Workshop Pemkab Sarolangun, Ranperda Pengelolaan Air Limbah Domestik

148


NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Satuan Kerja Pengembangan Sistim Penyehatan Lingkungan Provinsi Jambi bersama Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertamanan (PKPP) Kabupaten Sarolangun sebagai leding sektor menggelar Workshop daerah Rancangan Peraturan Daerah tentang Pengelolaan air limbah Domestik atau tinja, rabu (4/10/2017) di ruang pola Bupati.

Dalam kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sarolangun di wakili Asisten II Ali Amri, Kepala Dinas (PKPP) H. Arief Ampera, Kadis PMD Zaidan, Tokoh masyarakat H. Abdul Rahman, Kasubag hukum Mulya Malick, PSPU Provinsi Jambi Febriani, Kabid Bappeda Ibnu Kasir, Kabid DLH Suhardi Sohan, dan dihadiri elemen masyarakat lainnya.

Acara tersebut dibuka Bupati Sarolangun melalui Asisten II Ali Amri, menyambut baik dalam rangka penyusunan rancangan Peraturan daerah Kab. Sarolangun tentang betapa pentingnya kesadaran masyarakat persoalan kebersihan domestik maka dari itu diatur dalam perda nantinya, katanya.

Papar Arif Ampera, pembahasan rancangan Ranperda dengan instansi terkait dan masyarakar tentang Pengelolaan air limbah domestik sudah kali ke enam dibahas, perlu adanya regulasi yg mengatur betapa pentingnya aturan tersebut untuk mengatur tentang pemahaman hidup sehat buat masyarakat itu sendiri, dan setelah penyusunan Ranperda rampung kemudian akan dituangkan dalam bentuk Perda yg di syahkan oleh DPRD Kab. Sarolangun.

Adapun perda tersebut turunan dari UU No. 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pemgelolaan lingkungan hidup, UU No. 36 tahun 2009 tentang kesehatan, UU No.28 tahun 2009 tentang pajak daerah dan retribusi, dan UU No.23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah.

Lanjutnya, pandangan atau image yang berkembang dimasyarakat Sarolangun yang beranggapan bahwa septik tank yang tidak penuh tidak perlu disedot artimya septik tank yang dipergunakan adalah tangki septik tank yang baik, bagus, dan aman dan juga masyarakat beranggapan penyedotan tangki septik tank hanya untuk kalangan perumahan saja.

sementara tidaklah demikian karena kondisi tersebut dapat mengakibatkan terjadinya pencemaran air dan lingkungan sehingga menimbulkan berbagai penyakit yang disebabkan oleh air, berdasar data studi EHRA ada 10 penyakit yang diakibatkan dari limbah domestik di Kab. Sarolangun yakni, penyakit infeksi pernapasan akut 25.01 %, diare dan gastroenteritas 15.35 %, hiperetensi 23.77 %, influenza 12.04 %, penyakit saluran pernapasan lainnya, dispepsis 8.83 %, myalgia 4.90 %, laringitis akute 3.92 %, gastroduodenitesis 3.24 %, dan gangguan lain pada kulit 3.22 %.

Perilaku masyarakat buang air besar melalui jamban pribadi sebesar 79.5 %, sungai sebesar 12.4 %, dan melalui MCK/WC umum sebesar 4.7 %, katanya.

(Sopyan Abusro)