Wakapolda Buka Sosialisasi Tindak Pidana Jasa Keuangan

60

NETIZENEWS.CO.ID/JAMBI – Kepolisian Daerah Jambi (Polda Jambi) Selasa pagi (17/4/2018) Pukul 09.00 Wib, Wakapolda Jambi Kombes Pol Drs. Ahmad Haydar, SH. MM., membuka sosialisasi tindak pidana sektor jasa keuangan dan waspada investasi kepada penyidik di lingkungan polda jambi dan jajaran di Balai Siginjai Polda Jambi.

Hadir dalam sosialisasi ini, Kepala Departemen Penyidikan sektor jasa keuangan OJK Irjen Pol Drs. Rokhmad Sunanto, Kepala Ojk Perwakilan Prov. Jambi dan para peserta sosialisasi.

Dalam sambutanya Wakapolda menyampaikan, seiring dengan meningkatnya permasalahan disektor jasa keuangan dalam bidang perbankan, pasar modal, perasuransian, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan lembaga jasa keuangan lainnya, yang berpotensi menganggu stabilitas perekonomian negara.

Dengan meningkatnya permasalah tersebut maka pemerintah perlu memberikan perlindungan terhadap pengguna jasa keuangan dalam hal ini pemerintah telah melakukan upaya yaitu dengan diundangkannya undang-undang RI Nomor 21 tahun 2011 tentang Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Di dalam UU OJK tersebut memberikan kewenangan kepada polri untuk melaksanakan penyidikan atas tindak pidana di sektor jasa keuangan, dengan demikian ojk dan polri sama-sama mengemban amanah untuk melakukan penyidikan atas tindak pidana di sektor jasa keuangan untuk mencapai sinergi dalam melaksanakan amanat UU OJK tersebut, maka dalam hal ini diperlukan koordinasi yang baik dalam menyelesaikan permasalahan di sektor jasa keuangan.

Seiring perkembangan teknologi saat ini kejahatan bidang jasa keuangan kian mengkhawatirkan yang dapat mengancam perkembangan ekonomi dan stabilitas nasional suatu negara dan menjadi perhatian seluruh dunia.

Kekhawatiran ini muncul karena jasa keuangan sejak lama telah terbukti sebagai sektor yang paling rentan terhadap kejahatan ekonomi karena sektor ini melayani kebutuhan keuangan industri lainnya, kejahatan tersebut diantaranya seperti penipuan, kejahatan elektronik, pencucian uang, pendanaan teroris, suap dan korupsi, penyalahgunaan pasar dan informasi keamanan, serta penipuan berkedok investasi yang merugikan masyarakat. Kejahatan keuangan seperti contoh di atas dapat dilakukan secara individu, perusahaan atau dengan kejahatan kelompok terorganisir.

Saya harapkan para peserta dapat mengikuti sosialisasi ini dengan sungguh-sungguh serius, sehingga dapat mengerti dan memahami secara utuh mengenai materi yang disampaikan oleh pemateri, jika ada hal-hal yang belum dimengerti, dipahami, adanya keragu-raguan dalam bertindak terkait dengan penyidikan disektor jasa keuangan, agar peserta sekalian tanyakan sehingga tidak lagi gamang dan ragu dalam mengimplementasikan dalam pelaksanaan tugas di lapangan.

(Joko)