Vaksin Measles Rubella Mengandung Zat Babi

93

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN – Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sarolangun, Dr H Maryadi Syarif, membenarkan bahwa vaksin Measles Rubella (MR) dinyatakan mengandung zat Babi.

Dengan demikian vaksin untuk kesehatan tersebut dinyatakan haram oleh MUI, sesuai dengan hasil komisi Fatwa MUI Pusat.

“Tadi malam kita sudah mengikuti penjelasan sekretaris MUI pusat bahwa
Vaksin rubella ini mengandung zat babi, haram hukumnya. Yang jelas penelitian labor ada semacam kandungan zat babi, dan itu sangat krusial,” katanya, Rabu (22/8/2018) kemarin, saat diwawancarai usai sholat Idul Adha, di Mesjid Ash-Sulton Sarolangun.

Namun meskipun dinyatakan mengandung babi, vaksi MR tersebut kata Maryadi, berdasarkan keputusan MUI Pusat melalui Komisi Fatwa MUI, demi kemaslahatan dan kepentingan kesehatan anak-anak Indonesia, termasuk di Kabupaten Sarolangun, MUI memberi fatwa boleh digunakan sebelum ada vaksi yang dinyatakan halal oleh MUI.

“Tapi berdasarkan keputusan MUI Pusat, untuk menjaga anak kita dari pada penyakit yang mematikan yang lumpuh segalam macam itu, bahwa MUI setelah memberi fatwa bahwa itu boleh dilakukan, sebelum ada alternatif vaksin yang lain yang memang halal, karena memang dalam vaksin MR saat ini ada zat babi,” katanya.

Ia pun memberikan penjelasan ini untuk menjawab pertanyaan dari seluruh sekolah, dimana saat itu belum ada penjelasan karena belum adanya fatwa MUI Pusat.

“Kemaren itu banyak saya ditanya kepala sekolah, tapi saat itu belum bisa saya jelaskan karena belum ada fatwa, jadi kita belum menjelaskan. Saat ini bisa dijelaskan bahwa dalam hal ini bisa dibolehkan karena ada rukhsoh, satu kemudahan dalam satu kesulitan,”  katanya lagi.

Persolan ini, katanya juga pernah terjadi saat pemberian vaksin bagi para jamaah haji yang hendak berangkat ke Mekkah, tapi setelah dicek ternyata vaksin tersebut mengandung babi, namun karena belum ada vaksin yang halal, maka MUI memberi fatwa diperbolehkan karena dalam kondisi darurat.

“Kasus ini pernah terjadi ketika memberikan vaksin bagi jamaah haji, imunisasi jamaah haji, karena tidak ada vaksin lain maka diperbolehkan karena darurat,” katanya.

Untuk saat ini, program imunisasi vaksin Measles dan Rubella ini terus dilakukan oleh Dinas kesehatan, Kabupaten Sarolangun sejak dilaunchingkan di SD Negeri 03 Sarolangun, bagi anak-anak yang berusia 9-15 tahun, yang ditargetkan bisa mencapai 100 persen hingga bulan September mendatang.

(Net)