Tonton “Jeritan Pedagang Pasar Atas Minta Keadilan Bupati Sarolangun” di YouTube

200

SAROLANGUN – Pedagang Pasar Atas Kelurahan Pasar, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi. Menjerit karena merasa tidak mendapat perlakuan yang adil dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah (BPPRD) Kabupaten Sarolangun.

Pasalnya semenjak Ruko kembali kepada Pemda Sarolangun yang sebanyak 50 pintu, dari H. Ibrahim Almar yang di kelolah semenjak 20 tahun yang lalu dari tahun 1998 sampai pada tanggal 1 Juli 2018.

Semenjak 1 Juli 2018 ruko 50 pintu kembali ke Pemda Kabupaten Sarolangun maka dari itu berdasarkan Surat No. 028/588/BPKAD/2018. Tertanggal 29 November 2018 tentang pencatatan dan pengelolaan Ruko H . Ibrahim.

Penyewa ruko ditetapkan membayar pajak pada Pemda Sarolangun. Sebesar Rp. 7. 500.000,-

Menurut informasi yang di himpun, Pemda Sarolangun menetapkan pemungutan biaya kontrak ruko semuanya dipukul rata per ruko sebanyak Rp. 7.500.000, dimulai dari tanggal 1 Juli sampai 31 Desember 2018 selama 6 bulan, sebanyak 50 pintu yang terdiri dari 42 pintu dengan ukuran 12 m/pintu, dan selebihnya 8 pintu terdiri dari 8 m/pintu.

Pembayaran sewa ruko yang di beri tempo oleh BPPRD sebesar Rp.7.500.000, pada tanggal 28 Februari 2019.

Dengan ketetapan Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui BPPRD dengan di pukul rata pembayaran sewa ruko sebesar Rp. 7. 500.000, maka pedagang menjerit keberatan karena merasa tidak mendapat perlakuan yang adil dari Pemkab Sarolangun.

Maka dari itu 8 orang pedagang yang merasa tidak mendapat perlakuan yang adil dari BPPRD Kab. Sarolangun, untuk itu pedagang tersebut minta keadilan kepada Bupati Sarolangun. Berikut keterangan dari Pedagang Pasar Atas, Kamis ( 14/1/2019).
Penulis : Sopyan Abusro