Tonton “Covid-19, Calon Jamaah Haji Sarolangun Proses Persiapan” di YouTube

157

SAROLANGUN – Ditengah Pandemi Covid-19 ini pelaksanaan ibadah Haji Tahun 1441 H / 2020 M, tidak menutup kemungkinan akan ada penundaan atau para Calon Jamaah Haji (CJH) batal diberangkatkan ke Arab Saudi Mekkah.

Namun meski begitu, pelaksanaan pemberangkatan Jamaah Haji asal Kabupaten Sarolangun tahun 2020 ini masih dilakukan proses tahapan.

Hingga saat ini prosedur sudah masuk dalam persiapan mulai dari pelunasan Jamaah tahap awal sudah dilakukan dan masuk tahap kedua.

Kepala Kemenag Sarolangun, Drs H M Syatar, mengatakan bahwa keberangkatan Calon Jamaah Haji (CJH) Kabupaten Sarolangun pada tahun 1441 H / 2020 M secara prosedural sudah melaksanakan tahapan-tahapan. Sabtu (16/5/2020).

“Tahapan pelunasan awal sudah selesai dari jumlah 242 orang kuota yang didapatkan, setelah diinventarisir ada yang meninggal dunia, ada yang membatalkan, dan yang sudah lunas itu ada 224 Jamaah, dan sekarang untuk pelunasan tahap kedua,” katanya.

Selain itu, bagi Jamaah Cadangan sebanyak 23 orang dan Mahram atau pendamping dari pada Calon Jamaah sebanyak 6 orang, juga diminta untuk dapat melakukan tahapan pelunasan tahap kedua ini.

“Sekarang sudah masuk tahap kedua, untuk Jamaah Cadangan dan ada juga Mahram atau Pendamping dari pada Calon Jamaah Haji. Ada orang tuo yang berangkat, harus ada pendamping. Mudah-mudahan nanti semua bisa melunasi, yang Cadangan itu nanti tidak pasti berangkat tapi kemungkinan besar itu ada makanya mau tak mau harus melunasi dulu,” katanya.

Masih kata Syatar, bahwa pada tahap kedua ini, sistem pelunasan dilakukan mulai tanggal 12 Mei sampai 20 Mei 2020. Namun, sehubungan dengan kondisi Pandemi Covid-19 ini, pihaknya belum bisa memprediksi keberangkatan Jamah Haji.

Apalagi hingga saat ini belum ada kepastian dari pemerintah Arab Saudi apakah keberangkatan para Calon Jamaah Haji tahun ini dapat dilaksanakan atau dilakukan penundaan.

“Kemudian kepastian tahun ini apakah CJH ini berangkat tahun ini atau tidak, secara prosedur untuk pemerintah Indonesia sudah melaksanakan tahapan-tahapan, hanya saja hingga saat ini belum ada respon dari pemerintah Arab Saudi atau belum ada memastikan bisa atau tidak, dikarenakan p Pandemi Covid-19 yang telah berdampak terhadap pelaksanaan ibadah haji tahun ini, karena tentu akan mengumpulkan orang banyak dan rawan penularan Birus Corona,” katanya.

Ada beberapa kemungkinan untuk informasi dari pemerintah, ataupun Kementrian Agama terkait keberangkatan Jamaah Haji. Jamaah bisa saja diberangkatkan namun memperhatikan protokol kesehatan. Tidak menutup kemungkinan kuota Jamaah Haji bisa dikurangi bahkan akhirnya terancam ditunda.

“Memang ada beberapa kemungkinan, jika diberangkatkan tapi kuota dikurangi, pemeriksaan kesehatan diperketat, atau kemungkinan terburuk bisa jadi ditunda atau tidak yang antrian tahun depan akan tertunda juga,” katanya.

Meski begitu, pihaknya tetap menyiapkan segala persiapan mengenai keberangkatan Jamaah Haji sesuai dengan tahapannya.

“Kita sama-sama melihat dan berdoa mudah- mudahan situasi Pandemi Covid-19 bisa hilang dan segera berakhir, kalau saya berpendapat dengan kondisi ini, meskipun Jamaah Haji diberangkatkan tapi Jamaah akan merasa tidak nyaman, dan pelaksanaan ibadah Haji akan dibatasi,” katanya

(Afdol)