Tiga Pelaku Pekerja Peti Dan Penyuplai BBM Di Ringkus Polres Sarolangun

37

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Polres Sarolangun serius untuk memusnahkan Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang ada diwilayah hukum Polres Sarolangun yang sangat merusak kekayaan alam.

Hal itu terbukti, yang mana Personel gabungan Sat Reskrim, Sat Intelkam dan Sat Sbhara Polres Sarolangun, Kamis (04/01/2018) menangkap 3 Pelaku Peti dan memusnahkan alat yang digunakan untuk Peti.

Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, S.IK, M.AP melalui Kasat Reskrim AKP George Alexander Pakke, S.IK saat di konfirmasi dengan tegas membenarkan penangkapan tersebut.

“Pelaku yang berhasil kami amankan dua pelaku pekerja Peti yakni EP warga Kabupaten Merangin dan HP berdomisili di Pati Provinsi Jawa Tengah, sedangankan SL yang tinggal di Kabupaten Sarolangun adalah penyuplai minyak untuk Peti, ” Jelas Kasat Reskrim.

Penangkapan berawal dari informasi masyarakat bahwa ada aktifitas Peti di Lembah Selembau, perbatasan Kec. Bathin VIII, Kab. Sarolangun dan Kecamatan CNG Kab. Sarolangun. Mengantongi info tersebut team Gabungan Polres Sarolangun dengan cepat menuju ke lokasi.

Tiba dilokasi Team Gabungan menemui gerembolan orang yang sedang beraktifitas Peti, tanpa basa basi Team gabungan mengamankan sebagian Pelaku sedangkan pelaku yang lain melarikan diri.

“karena lokasi yang begitu berlumpur dan susah diakses tidak semua pelaku bisa diamankan, namun tetap akan kami kemvangkan dan kami juga memusnahkan alat Peti dengan membakar ditempat serta membawa barang bukti seperti alat alat Peti,” imbuh AKP Gerge.

Pelaku dijerat Tindak pidana “Setiap orang yang melakukan usaha penambangan tanpa IUP, IPR atau IUPK Sebagai mana di maksud dalam Pasal 158 UU No 04 tahun 2009 Tentang Pertambangan Mineral dan Batu bara dipidana dengan pidana penjara paling lama 10 (sepuluh) tahun dan denda paling banyak Rp10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah)

Kemudian Setiap orang yang Melakukan Pengangkutan Bahan Bakar minyak minyak tanpa izin usaha Pengangkutan, Sebagaimana dimaksud dalam Rumusan Pasal 53 huruf b Undang undang RI No.22 Tahun 2001 Tentang Minyak Dan Gas Bumi pidana penjara paling lama 4 (Tahun) tahun dan denda paling banyak Rp40.000.000.000,00 (Empat Puluh miliar rupiah)

(Agus Saleh/Ikhsan)