Terungkap, Hasil Pengelolaan Dana P2DK Dapat Menunjang Pendidikan

60

Foto: Hendra dan M Khaidir bersama 7 ekor kerbau P2DK yang dikandangkan
di Dusun Kampung Tengah Desa Lubuk Sepuh Kecamatan Pelawan-Sarolangun

SAROLANGUN- Program P2DK (Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan) semakin dirasakan manfaatnya di tengah masyarakat Kabupaten Sarolangun, diantara manfaat lainnya, Program unggulan Bupati H Cek Endra ini juga dapat menunjang pendidikan anak.

Hendra (35), warga Desa Lubuk Sepuh Kecamatan Pelawan Kabupaten Sarolangun, mengungkapkan bahwa dari hasil memelihara kerbau P2DK akan digunakannya sebagai tabungan untuk menyekolahkan anaknya.

“Saya berharap hasil memelihara ternak kerbau P2DK bisa menyekolahkan anak,” ungkap Hendra warga dusun Kampung Tengah Desa Lubuk Sepuh, Selasa sore (4/2/2020) saat diwawancarai netizenews.co.id.

Ungkapan Hendra bermaksud merencanakan hasil memelihara kerbau P2DK sebagai tabungan pendidikan anaknya, “Artinya, ini sebagai tabungan pendidikan anak saya untuk melanjutkan sekolahnya,” tambah Hendra.

Maksud yang sama juga diungkapkan M Khaidir (48), “Sama lah Bang, Saya berharap bisa menyekolahkan anak dari hasil memelihara kerbau P2DK ini,” ucapnya yang juga mempunyai dua orang anak yang masih sekolah.

Diketahui, sebagaimana yang sering diberitakan media ini, program P2DK merupakan program pemberdayaan ekonomi kerakyatan, program unggulan Pemerintah Kabupaten Sarolangun dalam kepemimpinan Bupati H Cek Endra dan Wakil Bupati H. Hilallatil Badri.

Dana yang bertujuan meningkatkan penghasilan dan kesejahteraan masyarakat ini, terbukti sangat membantu masyarakat Kabupaten Sarolangun dan menciptakan Sumber daya manusia yang mampu berinovasi dalam usaha meningkatkan penghasilan keluarga.

Program yang membantu masyarakat dengan dana Rp 200 Juta per tahun setiap Desa/Kelurahan di158 Desa dan kelurahan se Kabupaten Sarolangun, ini telah digelontorkan sejak enam tahun lalu.

Desa Lubuk Sepuh, dana P2DK tahun 2019 digunakan untuk usaha peternakan kerbau sebanyak 10 ekor untuk dikembang biakkan dengan sistem digulirkan kepada masyarakat yang dinilai pantas dan membutuhkan bantuan.

Sepuluh ekor kerbau tersebut dikelola oleh 5 orang warga Desa, yakni 7 ekor kerbau dipelihara oleh Hendra dan M Khaidir di dusun Kampung Tengah, 2 ekor dipelihara Mahadi dan Nasir Syam di dusun Baru dan 1 ekor dipelihara oleh Raden Samar di dusun seberang.

Sesuai petunjuk teknis (Juknis) dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun, penggunaan dana P2DK dimanfaatkan menurut kearifan lokal, “Pemanfaatan dana P2DK sesuai kearifan lokal dan berpedoman pada Juknis yang telah kita tetapkan,” kata Kadis PMD Sarolangun, Mulyadi beberapa waktu lalu.

Kepala Desa Lubuk Sepuh, Sargawi menyebut, mayoritas warganya bertani dan peternak, disepakati penggunaan dana P2DK pada usaha peternakan kerbau yang manfaatnya diterima masyarakat secara langsung.

“Sesuai kondisi alam Desa, maka disepakati usaha peternakan kerbau, karena dinilai paling potensial,” ucap Kades Sargawi, Selasa (4/2/2020) yang menyebut usaha ini tidak menemukan kendala.

Warga Desa sangat merasakan manfaat program P2DK karena terbukti sangat membantu masyarakat, “Kami berterimakasih atas program ini, kami harap tetap berlanjut dan kalau bisa dananya ditambah, karena masih banyak masyarakat membutuhkannya,” pungkas Kades Sargawi. (*)

(Abah Agus)