Tanggul Jebol, KTT PT. SBP Larang Wartawan Masuk Untuk Liputan

300

SAROLANGUN-Tanggul Tambang Batu Bara PT. Sarolangun Bara Prima (PT SPB) Jebol Wartawan di larang Masuk ke lokasi untuk Liputan.

Kejadian Jebol nya tanggul Pengaman Air limbah Tambang Batu PT SBP, saat ini menjadi Sorotan Media, di karenakan Kejadian Jebol nya tanggul Pengaman ini sudah beberapa kali terjadi, namun tak sekali pun terexpose oleh media, pasal nya setiap kali ada kejadian Jebol nya tanggul Pengaman tersebut Pihak Perusahaan Tambang Batu Bara PT SBP selalu saja menghalangi wartawan untuk masuk ke Lokasi untuk mengambil gambar atau pun video kejadian degan cara Menaruh Security dan tukang pukul Alias Preman bayaran di Pos portal jalan masuk ke Tambang Batu bara tersebut.

Seperti kejadian ketika Wartawan akan masuk ke lokasi langsung di Cegat orang dua orang yang mengaku sebagai Security namun tidak berpakaian lengkap seperti layak nya Security, Salah satu dari orang tersebut mengaku bernama Wawan. Selasa 30 Maret 2021 / Thalaathaa 19 Syaban 1442.

Pada awak media Wawan mengatakan pimpinan Melarang Wartawan masuk, jika mau masuk harus izin dulu.

Lebih lanjut Wawan mengatakan jika inggin masuk harus izin dulu dengan orang yang bernama Mutu.

Dan Wawan di hadapan Wartawan menelpon orang yang bernama Mutu tersebut, dan Mutu menunggu Wartwan di kantor, sebut Wawan.

Degan maksud bisa ketemu dengan orang yang bernama Mutu dan mendapatkan izin masuk ke lokasi kejadian longsor yang kabar nya mencemari Air Sungai Ketalo, maka Wartawan media ini mendatangi kantor PT SBP yang terletak di Desa Kute Jaye,
Kecamatan Mandiangin, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Namun sangat berbeda apa yang dikatakan Wawan bahwa orang yang bernama Mutu menunggu dikator tersebut ternyata bohong, Mutu lagi tidak berada di kantor.

” Pak Mutu lagi keluar ” ujar se orang yang di ketahui bernama Raja, Raja ini menurut informasi yang di dapat media ini menjabat sebagai Kepala tehnik Tambang di PT. SBP.

Saat di konfirmasi terkait ada nya longsor di lokasi PT. Sarolangun Bara Prima (PT SPB), Raja sang KTT Engan berkomentar ke awak media, ” kami telah melapor kejadian nya ke Dinas DLH,
Untuk itu kami melarang Wartwan masuk ke lokasi Tambang.” Ujarnya singkat.

( Andra )