Tak Terima Hasil Pilkades, Sri Damayanti Di Pengadilankan 

74

SAROLANGUN – Sengketa Pilkades Desa Batu Ampar dengan sistem e-voting berbuntut panjang, Sri Damayanti digugat oleh rivalnya yakni, Bariza Hafid dan Edi Susanto yang merasa dalam pilkades e-voting ada kecurangan berakhir hingga di pengadilan negeri sarolangun melalui mediasi.

Sri Damayanti yang  merupakan kades terpilih dalam pilkades e-voting 3 pekan lalu merupakan sebagai Pjs Kades Batu Ampar, di gugat rivalnya yang kalah di Pilkades lalu, Sri Damayanti dituduh telah menambahkan 6 mata pilih DPT diluar Pleno dan tidak di kerahui oleh 4 calon Pilkades Desa Batu Ampar Kecamatan Pauh Kabupaten Sarolangun.

Dalam pemilihan kades Desa Batu Ampar di tahap ke 3  yang dilaksanakan pada tanggal 6 Agustus lalu dari perbedaan perolehan suara cukup signifikan dari rifal yang lainnya yakni,

1. Bariza Hafid mendapat 180 suara
2. Edi Susanto memperoleh 24 suara
3. Febri Ariansah memperoleh 79 suara sementara nomor
4. Sri Damayanti memperoleh 283 suara.

Sri Damayanti saat ditemui menjelaskan dirinya digugat atas tuduhan memalsukan 6 DPT yang tidak diketahuinya dan persoalan berujung ke pengadilan. Dengan tuntutan Pilkades ulang dengan biaya di tanggung secara bersamaan atau bergotong royong.

Selain itu tahapan sengketa pilkades seharusnya dilakukan di tahapan PPS yang dikaji dari bawah namun tuntutan penggugat langsung melangkahi aturan hingga langsung kepengadilan/dan dipengadilan dilakukan dengan tahapan mediasi.

(Afdol)