Tak ingin Ricuh Pemkab Merangin Gelar Koordinasi dg Masyarakat Terkait Jalur SUTET

40

MERANGIN – Program pembangunan jaringan listrik dengan skala besar, tak jarang terkendala, dengan proses ganti rugi tanam tumbuh milik warga yang dilintasi jalur Saluran Udara Tegangan Esktra Tinggi (SUTET).

Tak ingin hal tersebut terjadi ricuh Pemkab Merangin pun menggelar rapat koordinasi dengan masyarakat, Camat, kepala Desa, pihak terkait PLN, dan sejumlah stakeholder.

Pada rapat yang berlangsung diruang pola Pemkab Merangin, Rabu, (11/03/2020) tersebut, Bupati Merangin H Al-Haris menegaskan program lampu penerangan yang dicanangkan Pemerintah pusat ini, tentu wajib didukung Pemerintah daerah, tak terkecuali Pemkab Merangin.

“Meski demikian, warga yang akan melakukan ganti rugi lantaran lahanya dilintasi jalur SUTET, tentu jangan sampai dirugikan. Berikan hak warga sesuai dengan porsi-nya,” Itu harapan kami Pemerintah Kabupaten,” celoteh Bupati.

Selanjut nya menegaskan Camat dan kepala Desa bantulah penyelesaan masyarakat dengan pihak PLN yang terkena jaringan, bantu selesaikan. Sesuai dengan aturan Al-Haris usai pertemuan berlangsung rapat koordinasi, diruang pola utama Pemkab Merangin.

Safri Tim yang lama menggatakan pembayaran ganti rugi tanam tumbuh dan lahan masyaraka sudah mencapai 90 persan hanya tinggal 10 persen lagi yang belum selesai.

Saat dikonfirmasi Menejer PLN Jambi EKO pada saat di tanya ada rapat dengan Pemkab Merangin dia membenarkan. “Kami dari pihak PLN juga di dukung oleh Pemkab Merangin siap tepati janji dalam waktu dekat ini akan kita selesaikan,” katanya.(ya)