Sri Damayanti Kali ke Dua Pimpin Forum Kades se Kecamatan Pauh

214

Sri Damayanti, Kepala Desa Batu Ampar, kembali terpilih kali ke dua secara aklamasi sebagai ketua Forum Kepala Desa Kecamatan Pauh Sabupaten Sarolangun Periode 2019-2024, Kamis (10/1/2019) di sela kegiatan rapat koordinasi para Kepala Desa se Kecamatan Pauh yang dihadiri langsung Camat Pauh Abdul Honi.

Pemilihan ketua forun kades kecamatan pauh ini karena masa jabatan ketua forum sebelumnya yang juga dipimpin oleh Sri Damayanti ini telah berakhir, dalam kurun waktu priode 2013-2018.

Sri Damayanti, yang belum lama ini juga baru terpilih kembali sebagai Kepala Desa Batu Ampar, pada Pilkades serentak tahun 2018 yang lalu, merupakan penunjukan yang dilakukan oleh para Kepala Desa secara langsung untuk kembali menjabat sebagai Ketua Forum kades tersebut yang diselenggarakan oleh Kasi PMD Kecamatan Pauh.

Sri Damayanti mengatakan pada awak media saat diwawancarai mengucapkan terima kasih kepada para Kepala Desa di Kecamatan Pauh, atas kepercayaan yang telah diberikan untuk memimpin forum kades se Kecamatan Pauh hingga lima tahun mendatang.

“Ini kali kedua saya terpilih sebagai ketua forum kades kecamatan pauh, tentunya masih banyak tanggung jawab besar kedepannya dalam forum kades ini, dan saya ucapkan terima kasih atas kepercayaan ini kembali,” katanya.

Kata Sri Damayanti, bahwa forum kades di Kecamatan Pauh merupakan wadah bagi para kepala desa untuk saling bersilaturrahmi, bersinergi dan saling mendukung dalam menyelesaikan persolan yang dihadapi oleh para anggota forum kades tersebut.

Tak hanya itu, forum ini juga dibentuk untuk memberikan masukan serta mendiskusikan pembangunan desa di Kecamatan Pauh, sebab tiap desa tentu punya potensi yang bisa di gali melalui program Dana Desa, P2DK, atau juga dana bantuan provinsi.

“Kami punya tiga wilayah, pertama wilayah lancar lalu lintas terdiri dari Desa Pangedaran, Desa Karmen, Desa Batu Ampar, Desa Batu Kucing,  dan Desa Semaran. Kedua Wilayah sedang ada dua desa yakni Desa Kasang Melintang dan Desa Pangkal Bulian, sedangkan sulit lalu lintas Desa Lubuk Napal, Desa Seko Besar, Desa Danau Serdang, Desa Lamban Sigatal dan Desa Spintun,” katanya.

Ia berkeinginan dari tiga wilayah yang dimaksud, kedepan tidak ada lagi istilah desa yang didalam atau desa yang jauh. Karena tentunya pada prinsipnya semua desa itu sama, apalagi dalam pembangunan desa.

“Kami sebagai forum kades harus berperan aktif dalam membangun desa, karena banyak sekali informasi bantuan dari kabupaten, provinsi dan juga pusat. Langkah langkah apa untuk menjangkau menyampaikan informasi tersebut, tadi kami juga berdiskusi kecil kedepan kami ingin ada kegiatan arisan, dengan mendatangi 13 desa secara bergiliran, supaya bisa sharing tentang kemajuan desa, inovasi desa, menggali potensi desa,” katanya.

“Kedepannya, pembangunan di semua desa sama, sehingga tidak ada lagi istilah desa yang jauh atau desa yang didalam. karena forum ini saling mendukung, merembuk apa yang bisa dibangun di desa, salah satunya melalui BUMDes yang bisa dilakukan dengan tepat sasaran,” kata dia menegaskan. (Afdol)