Sopyan Abusro : Himbau Pengelola Pasar Malam Agar Taati Aturan Pemerintah Dan Adat Setempat

34

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN -Pasar Malam yang berada di RT 01, Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun kembali beroperasi.

Padahal, Jumat (06/05/2018) aktivitas tersebut sudah ditutup oleh Kapolsek Sarolangun, Iptu Rendie Rienaldy bersama puluhan anggota, personel Satpol PP serta pihak Kecamatan.

Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Sarolangun Bustra Desman mengatakan, penertiban dilakukan karena tempat hiburan tersebut tidak mengantongi izin.

“Proses izin belum disampaikan ke pihak Kelurahan, sampai ke tingkat Kecamatan, begitu juga ke Polsek bahkan sampai ke Polres. Dan benar, belum ada izin, baru menyampaikan secara lisan kepada masyarakat setempat, kami harus tindak tegas,” katanya saat penertiban di lokasi Pasar Malam.

Selain belum ada izin, keberadaan Pasar malam yang berada di pinggir jalan Lintas Sumatera Sarolangun-Bangko, juga membuat masyarakat setempat gelisah, dan terganggu. Terlebih lagi menjelang bulan suci Ramadhan, kegiatan pasar malam sangat rentan” dan bayak hal-hal yang tidak diiginkan.

Sementara hasil kesepakatan, Ulama, Tokoh masyarakat, Tokoh Agama, dan Pemuda, bahwa hiburan rakyat dan Bazar/Pasar malam tidak ada nama perjudian dalam bentuk apapun juga.

Disini timbul suatu pertanyaan tanpa mengantongi izin dari pemerintah setempat namun tetap beroprasi ada apa dibalik semua ini.

Menurut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah DPW Provinsi Jambi Partai Bulan Bintang bidang Hukum dan Ham dan juga sebagai Wakil Ketua Forum Gading Batuah Kelurahan Aur Gading Sopyan Abusro menilai, bila dilihat dari spanduk selamat datang Pameran kreatif/Bazar dan hiburan rakyat demi mempercepat pertumbuhan perekonomian kerakyatan dalam rangka mendukung program Pemerinrah Jokowi-JK.

Apakah dalam rangka mendukung program Jokowi-JK sehingga semua aturan yang ada tidak di indahkan. Saya berharap kepada pihak pengelola pasar malam agar dapat mentaati aturan pemerintah setempat dan adat istiadat, bak kato adat dimana bumi dipijak disitu langit dijunjung, dimana tembilang dicacak di situ tanaman tumbuh, tegas Sopyan Abusro.

(Afdol)