Soal Bulliying P2TP2A Merangin Kunjungi SDN 33 Sungai Ulak

31

MERANGIN-Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Ir. Fajarman, MSc didampingi sekretaris P2TP2A Nurjanah, SH berserta Devisi yang ada di P2TP2A Kabupaten Merangin melakukan kunjungan ke SDN 33 Desa Sungai Ulak, Kecamatan Nalo Tantan. Kunjungan di pagi Jumat (13/3/2020) itu untuk melakukan audensi dengan majlis guru, guna mengetahui kasus bulliying yang terjadi terhadap SN (13), siswa sekolah tersebut.

Ketua P2TP2A Ir. Fajarman mengatakan, yang namanya bulliying dikalangan anak-anak sudah sejak dulu terjadi disekolah. Hanya saja bulliying masa dulu dan saat ini, telah jauh berbeda.

“Bulliying dulu dan kini berbeda, dan kini bisa berakibat kepada psikoligi anak serta berpengaruh terhadap perkembangan anak yang terkena masalah tersebut, “ katanya.

Menurut Fajarman, untuk mengatasi dan mencegah terjadinya bulliying tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah namun juga pihak sekolah dan orang tua anak. Namun Fajarman berharap pihak sekolah harus lebih aktif mengawasi anak di sekolah.

“Kita perlu bersinergi untuk menghilangkan bulliying terhadap anak. Tidak hanya tanggungjawab pemerintah namun juga menjadi tanggungjawan pihak sekolah dan orang tua, “ ujarnya.

Hingga saat ini siswa SDN 33 Desa Sungai Ulak atas nama SN yang terkait kasus Bulliying masih dalam perawatan intensif pihak RSU Kol. Abunjani Bangko.

dr. Zaherman, devisi jaringan dan rehabilitasi (medis dan non medis) P2TP2A Kabupaten Merangin menjelaskan, berdasar hasil pemeriksaan medis di RSU Kol Abunjani, SN diduga menderita miningitis dan peradangan pada selaput otak.

“Kalau memang tidak ada perobahan kemungkinan besar SN akan kita rujuk ke Jambi, “ ungkapnya.

Sementara Kepala SDN 33 Desa Sungai Ulak Rina Marya, SPd berharap anak didiknya segera sembuh dan dapat kembali bersekolah. “Bagaimanapun itu anak didik kami dan kami berharap segera sembuh dan kembali kesekolah, “ harapnya.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Merangin yang diwakili Kabid Bina Sekolah Dasar Hendizon, SPd mengatakan jauh sebelum masalah ini mencuat, pihak Dikbud Merangin telah menengahi persoalan agar persoalan tersebut dapat diselesaikan. “Sebelumnya kami telah datang kesekolah SD ini untuk menyelesaikan masalah SN dengan memanggil dan dihadiri oleh banyak pihak, “tandasnya. (don)