Sikap Antara Politik VS Aqidah

40

Oleh : Eet Hudori Aktivis HMI Cabang Sarolangun

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN -Sikap politik dan aqidah bagaikan dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan masyarakat indonesia yang berbentuk sebuah negara dengan memiliki Empat pilar Kebangsaan ( Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, UUD, NKRI ) dengan Empat pilar itulah dasar kita untuk menjalankan kehidupan berbangsa dan bernegara.

Empat pilar tersebut Menjadi sebuah sistem yang baku itu juga berdasarkan kebijakan politik, jadi Politik meliputi semua aspek kehidupan masyarakat baik Ekonomi, Hukum, Sosial, Budaya sampai pada harga Barang-barang belanja dapur seperti garam, bawang dan sebagainyapun juga pengaruh dari kebijakan politik.

Lantas bagaimana dengan Aqidah?
Tentu juga meliputi seluruh Aspek kehidupan Masyarakat ( Umat Manusia ), Merupakan suatu Kemutlakan yang di wahyukan dari sang illahi ( Allah SWT ) untuk mengatur seluruh aspek kehidupan manusia Jelas juga tidak bisa dipisahkan.

Kalau ada yang mau memisahkan antara politik dan aqidah berarti Hegemoni sekularisme, Nah yang menjadi pertanyaan hari ini sikap kita dominannya dimana?

Apa lagi pada tahun-tahun politik sah-sah saja semua orang bersikap menentukan pilihan dan dukungan terhadap kontestan politik, namun ada beberapa hal yang menjadi perhatian antara orang-orang yang beraqidah dan tidak beraqidah nah kalau orang yang tidak beraqidah dia bersikap hanya mengikuti Mekanisme/aturan main dan ketetapan-ketetapan lainnya yang katanya Manifestasi dari alam Demokrasi.

Tapi bagi orang yang beraqidah tentu begitu banyak hal yang menjadi perhatian serius karena Aqidah Merupakan suatu kemutlakkan yang sumbernya lansung dari sang Illahi ( Allah SWT ) Raja diatas segala Raja-raja pencipta langit dan bumi serta seisinya termasuk kita manusia sebagai hamba yang wajib menta’atinya, tentu ada Sikap, batasan-batasan yang tidak boleh ditabrak dan Nilai-nilai yang harus dijaga.

Menentukan pilihan politik silahkan saja itu hak semua orang namun terkadang tanpa sadar ataupun sadar Nilai-nilai Aqidah di tanggalkan demi kepentingan kontestan politik ini yang sangat berbahaya merupakan titik terhina Manusia. “Sejatinya manusia mahluk termulia berdasarkan Fitrahnya.

Wallahu a’alam bissawab.

#Yakin Usaha Sampai.

#SELAMAT HARI BURUH..!!

#Buruh Juga Harus Menjadi Tuan Di Negeri Sendiri..