Shalat Berjamaah Fardhu ‘Ain Bagi Laki-laki Tanpa Terkecuali

269

SAROLANGUN-Shalat berjamaah adalah fardhu bagi laki-laki baik ketika berada di rumah maupun ketika dalam perjalanan, baik dalam kondisi aman maupun dalam kondisi ketakutan. Hukum Shalat berjamaah di Masjid Fardhu Ain bagi laki-laki, tanpa terkecuali.

Dalil kewajiban Shalat berjamaah ini sebagaimana firman Allah yang artinya: “Dan apabila kamu berada di tengah-tengah mereka (sahabat) lalu kamu hendak mendirikan (Shalat) bersama-sama mereka, maka hendaklah segolongan dari mereka berdiri (Shalat) besertamu dan menyandang senjata.” (an-Nisa’: 102).

Maksudnya, jika dalam kondisi perang saja Allah memerintahkan kita untuk melaksanakan Shalat berjamaah, apalagi jika dalam kondisi aman. Oleh karena itu, kita diwajibkan untuk Shalat secara berjamaah, baik laki-laki maupun perempuan. Sangat ditekankan laki-laki Shalat berjamaah di Masjid.

Rasulullah bersabda, “Shalat berjamaah lebih utama dari Shalat sendirian sebanyak 27 derajat.” (HR Bukhari).

Rasulullah bersabda yang artinya, “Tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah di hari yang tidak ada naungan, kecuali naungan-Nya…” (diantaranya) “…dan seseorang yang hatinya selalu terpaut pada Masjid.” (Muttafaqun ‘alaih).

Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam beliau bersabda:

سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمْ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ: الْإِمَامُ الْعَادِلُ وَشَابٌّ نَشَأَ فِي عِبَادَةِ رَبِّهِ وَرَجُلٌ قَلْبُهُ مُعَلَّقٌ فِي الْمَسَاجِدِ وَرَجُلَانِ تَحَابَّا فِي اللَّهِ اجْتَمَعَا عَلَيْهِ وَتَفَرَّقَا عَلَيْهِ وَرَجُلٌ طَلَبَتْهُ امْرَأَةٌ ذَاتُ مَنْصِبٍ وَجَمَالٍ فَقَالَ إِنِّي أَخَافُ اللَّهَ وَرَجُلٌ تَصَدَّقَ أَخْفَى حَتَّى لَا تَعْلَمَ شِمَالُهُ مَا تُنْفِقُ يَمِينُهُ وَرَجُلٌ ذَكَرَ اللَّهَ خَالِيًا فَفَاضَتْ عَيْنَا

“Ada tujuh golongan manusia yang akan mendapat naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan kecuali naungan-Nya

Imam an-Nawawi berkata ketika menjelaskan makna hadits di atas, “Orang yang mempunyai rasa cinta yang dalam terhadap Masjid dan kontinyu melaksanakan Shalat berjamaah di dalamnya, bukan berarti selalu tinggal di dalam Masjid. (Syarh an-Nawawi, 7: 121).

Bahkan dalam hadits lain dijelaskan keutamaan Shalat berjamaah. Rasulullah bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang Shalat selama 40 hari secara berjamaah dan selalu mendapatkan takbir pertama, maka ditetapkan baginya dua pembebasan: pembebasan dari api neraka dan pembebasan dari nifaq.” (HR Tirmidzi).

Dari Ubay Bin Ka’ab ia berkata: Rasulullah bersabda yang artinya, “Shalat seseorang dengan satu orang lain lebih banyak pahalanya dan lebih mampu membersihkan dosa daripada Shalat seseorang sendirian. Dan Shalat seseorang dengan dua orang lebih banyak pahalanya dan lebih mampu membersihkan dosa daripada Shalat seseorang sendirian. Dan jika dilakukan bersama lebih banyak orang, maka itu lebih dicintai oleh Allah.” (HR Ahmad, Abu Dawud, an-Nasa’i, Ibnu Majah dan Ibnu Hibban, dan disahihkan oleh Ibnu Sakan, al-Uqaili dan al-Hakim).(*)

sumber : khazanah republika