Selain PETI Marak Iligal Galian C di Sarolangun Kesan Pemerintah Tutup Mato

827

SAROLANGUN-Negri Sepucuk Adat Serumpun Pesko Negri Sarolangun yang melimpah Sumber Daya Alamnya (SDA), namun sangat disayangkan hanya segelintir oknum yang menikmati dengan cara melawan hukum (Ilegal-red).

Sepertihalnya Penambang Emas Tanpa Izin ( PETI) sudah beroprasi bertahun-tahun kesannya Pemerintah Kabupaten Sarolangun punya Mata seperti tak melihat dan Punya Telinga seperti tak mendengar, seakan Pemerintah kalah dengan oknum tidak mampu menertibkannya semua kegiatan Tambang Ilegal yang ada di Kabupaten Sarolangun.

Ditambah lagi maraknya penambang galian C yang semula izin di terbitkan di Kabupaten Sarolangun saja tidak dapat ditertibkan, apa lagi sekarang kesemua izin galian C dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi.

Contoh salah satunya didunga Penggalian C tidak mengentogi izin di RT. 02 Kelurahan Gunung Kembang, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Sekjen LP2DAS Jimmy Lessoin. melihat kondisi galian C yang tidak punya izin terus beroperasi di RT.02 ada tiga titik tempat galian C dan sudah sekian tahun Tambang galian C terus beroperasi di Sungai Tembesi, katanya.

Dan melihat kondisi tebing sudah banyak yang runtuh dan kondisi Sungai sudah berubah bau Air yang ada di Sungai Batang Tembesi

Jikalau kegiatan ini tidak di hentikan kami dan warga akan demo besar besaran di kantor Pemerintah yang terkait, ujarnya.

Dan kondisi di Dusun Muaro Indung diperkirakan Bakal hacur dan Longsor akibat pekerjaan galain C yang ada sepanjang aliran Sungai Tembesi.

Kami minta para penegak hukum Satpol PP dan Dinas terkait tolong hentikan aktivitas galian C.

Selain itu Ketua Tataruang Lingkungan Hidup (TaLiHi) Kabupaten Sarolangun Sopyan Abusro angkat bicara, kami pernah beberapa waktu yang lalu melaporkan kegiatan tambang galian C yang ada di Desa Bernai kepada Bupati Sarolangun Drs H. Cek Endra Cq. SATPOL PP Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) SATPOL PP Kabupaten Sarolangun agar kegiatan Tambang galian C dapat ditertibkan, hingga saat ini laporan tersebut sepertinya tidak ada kelanjutnya.

(Afdol)