Sarolangun Akan Dibangun 161 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) Atasi Krisis Listrik

221

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN- Tercatat sedikitnya 161 Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT ) akan masuk ke Sarolangun tahun 2018 ini. Menurut Ikhwan Nul Hakim Kajari Sarolangun, Rabu (14/03/2018).

Dia menyebutkan bahwa proyek tersebut, merupakan salah satu program pemerintah Pusat yang sejak lima tahun lalu disiapkan guna untuk mengatasi krisis listrik, dengan melibatkan pihak PLN yang mencakup wilayah Sumatera bagian tengah yakni Sumatera Barat,  Jambi, Kepulauan Riau dan Pekan baru.

“sebenarnya SUTT ini program pusat yang sudah lama disiapkan sejak lama yakni 5 tahun lalu, tapi waktu itu terkendala belum ketemunya antara ganti rugi penempatan tapak tower dengan pemilik lokasi ( warga ), dan sekarang dengan upaya pendekatan humanis, Alhmadulillah warga bisa menerima itu dan ganti ruginya sesuai aturan dan sesuai juga dengan keinginan warga” Tuturnya.

Ikhwan Nul Hakim juga menjelaskan, di Kabupaten Sarolangun rencanya akan dibangun di beberapa desa dalam tiga kecamatan,  Di Kecamatan Mandiangin berada di Desa Talang Serdang, Desa Taman Dewa, Desa Gurun Tuo, dan Desa Rangkiling. Di Kecamatan Pauh akan dibangun di Desa Semaran,  Desa Batu Ampar dan Desa Rangkiling.  sementara di Kecamatan Sarolangun dibangun di Desa Ladang Panjang,  dan kelurahan Sarkam.

“Di Sarolangun rencananya di bangun,  untuk wilayah Kabupaten Sarolangun, 161 Tapak tower sutet, Jarak tapaknya 300 meter. Cuma satu tapak yang belum bisa dibangun, tempatnya di wilayah PT Minimex, saya punya mou dengan PLN,” katanya.

Dalam pembangunan tapak tower tersebut pihaknya bersama pemerintah dan pihak PLN berupaya dalam menyelesaikan soal ganti rugi tanah masyarakat,  dan dari 161 tapak tower beserta saluran lintasan kabelnya hanya ada 1 tapak yang belum diselesaikan karena tidak mau yakni di wilayah PT Minimex.

“Siang malam kita sosialisasi ke masyarakat. Saya ke Rangkiling kemarin, ternyata kenapa selama ini tersendat, karena kendalanya tidak tercapainya kesepakatan dengan masyarakat,  makanya kita turun langsung. Kita di Sarolangun telah terjadi krisis energi, semoga dengan jadinya bangunan tapak tower ini bisa teratasi,” jelasnya.

Kajari juga menjelaskan dalam penyelesaian lahan dengan masyarakat,  ke depan akan melakukan jadwal keliling.

“minggu depan kita akan ke pauh, dengan sosialisasi seperti ini, ” tukasnya.

( Husnil Aqili ).