RSUD HM Chatib Quzwain Siap Melayani Pasien Suspect CORONA

Wabup Hillalatil Badri bersama Direktur RSUD HM Chatib Quzwain dr Bambang Hermanto, M. Kes meninjau ruang isolasi suspect Corona serta ketersedian peralatan dan obat

SAROLANGUN – Manajemen Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) HM Chatib Quzwain Sarolangun membuktikan keseriusannya dalam penanganan dan pelayanan pasien suspect COVID-19 (Corona), saat ini telah disiapkan 7 (tujuh) ruang isolasi pasien dan peralatan lengkap serta obat-obatan yang dibutuhkan dalam menangani Corona.

Wabup Hillalatil Badri didampingi Sekda Endang Abdul Naser saat diwawancarai Awak Media

“Obat sudah kita siapkan, apa bila nanti dibutuhkan, kita bisa langsung melakukan pengobatan. Dan di ruang isolasi juga sudah kita lengkapi APD (Alat Pelindung Diri) serta alat alat penanganan khusus, semua sudah lengkap,” kata dr Bambang Hermanto, M. Kes, Direktur RSUD HM Chatib Quzwain saat diwawancarai awak media, Senin (23/3/2020) usai peninjauan ruang isolasi dan kebutuhan penanganan Corona bersama Pemkab Sarolangun.

Lanjut dr Bambang, penanganan suspect Corona di RSUD HM Chatib Quzwain Sarolangun, sifatnya sementara, bila dinyatakan positif Corona, pasien akan dirujuk ke Rumah Sakit yang dirujuk, sesuai peraturan Gubernur.

“Kalau dinyatakan positif Corona, pasien akan kita rujuk sesuai peraturan dari gubernur Jambi, kalau hasilnya negatif tetap kita rawat disini hingga sembuh,” terang Direktur Bambang.

Pada hari yang sama, kesiapan RSUD HM Chatib Quzwain dalam penyediaan ruang isolasi, peralatan dan obat untuk pasien susfect Corona sudah ditinjau Bupati Satolangun diwakili Wabup Hillalatil Badri, Sekda Endang Abdul Naser beserta rombongan Pemkab Sarolangun.

Terpantau hadir dalam peninjauan, Wabup Hillalatil Badri, Sekda Endang Abdul Naser dan rombongan,vmeninjau langsung ke setiap ruangan isolasi didampingi direktur Rumah sakit, Kaban BPBD Trianto dan Kadis Kesehatan Sarolangun.

Disisi lain, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sarolangun sangat gencar melakukan pengawasan terhadap Corona dengan melakukan sterilisasi tempat ibadah dan terminal bus dengan penyemprotan cairan dis insfektan.

Tak kalah pentingnya, Dinkes Sarolangun juga melakukan pengawasan dan pemantauan orang (warga) masuk ke Sarolangun, seperti pemantauan dan pengawasan di terminal bus type A Sri Bulan Sarolangun.

“Selain melakukan penyemprotan dusinfektan di terminal, kita juga memantau orang keluar-masuk, karena terminal pintu masuk orang dari daerah lain,” ucap Kadis.

“Kemarin ada 12 orang masuk melalui terminal, menurut pengakuannya pekerja dompeng, kepala terminal tidak terima, akhirnya dikirim ke Jambi,” lanjutnya.

Pemantauan juga dulakukan di linfkungan masyarakat karena saat ini masa luburan anak sekolah dan mahasiswa yang kuliah di luar Sarolangun, begitu juga TKI (Tenaga Kerja Indonesia) di luar negeri yang pulang ke kampung halaman.

Kadis menyebut per hari ini sudah terdata orang dalam pengawasan (ODP) sebanyak 229 orang, terdiri dari TKI yang baru pulang dari luar negeri 28 dan 201orang dan pelajar-mahasiswa atau warga yang berkunjung ke luar daerah.

“ODP di Sarolangun per hari ini berjumlah 229 orang, 28 orang TKI, perkembangannya setiap hari kita pantau di tempat tempat tertentu dan kita rujuk ke rumah sakit,” pungkas Kadis.

Dalam permasalahan Corona, Kadis berharap agar masyarakat kooperatif (bisa saling bantu) dalam hal imformasi dan sosialisasinya, terutama bagi keluarga yang terindikasi suspect corona sesuai himbauan Bupati Sarolangun. (*)

(Abah Agus)