Rapat Pencegahan Corona, Peserta Harus Lolos Detektor

dr Bambang, M. Kes saat masuk ruang rapat tim gugus percepatan pencegahan Corona Kabupaten Sarolangun

SAROLANGUN – Pemandangan di pintu masuk ruang Pola kantor Bupati Sarolangun tidak seperti biasanya, terlihat agak lain. Dimana ruangan tersebut dipakai untuk tempat diselenggarakannya rapat tim gugus Percepatan Penanganan Covid -19 (Corona) Kabupaten Sarolangun, Senin (23/3/2020).

Terpantau beberapa tenaga medis berjejer di pintu masuk, melakukan pendeteksian terhadap peserta rapat dengan menggunakan Detektor suhu tubuh (infra red forehead thermo meter) dan sterilisasi telapak tangan dengan Hand sanitizer.

“Peserta rapat harus lolos detektor dan tangan harus steril,” kata dr Ira Martini di pintu masuk ruangan rapat.

Lanjut dr Ira Martini, dengan menggunakan detektor dapat diketahui suhu badan, apakah dalam kondisi demam dan terindikasi virus Covid -19 (Corona) atau tidak, dengan standar suhu tubuh tertentu.

“Suhu normal tubuh batas indikasi Corona adalah dibawah 37,5 derajat celcius, kalau 38 derajat celcius berarti sudah dikategorikan demam atau terindikasi Covid -19, sedangkan suhu tubuh normal berkisar antara 33 hingga 37,5″ derajat celcius,” urai dr Ira Martini seraya menyebut semua peserta rapat memiliki suhu badan normal.

Pada waktu bersamaan, terlihat Direktur RSUD HM Chatib Quswain Sarolangun dr Bambang Hermanto, M. Kes, sebelum rapat dimulai.

“Sarolangun aman, yang dinyatakan suspect Corona beberapa waktu lalu, negatif,” kata dr Bambang Hermanto.

Rapat tim gugus Percepatan Penanganan Covid -19 (Corona) Kabupaten Sarolangun, dipimpin Bupati Sarolangun H Cek Endra berlangsung tertutup, dihadiri Wabup Hilallatil Badri,
Sekda Endang Abdul Naser, Dandim Sarko Letkol Inf Tomy Radya Diansah Lubis, Kapolres Sarolangun AKBP Deny Heryanto, Kajari Munif SH MH, ketua DPRD Tontawi Jauhari, MUI Sarolangun Armia Kadir, Bappeda Lukman, Kepala Kemenag HM Syatar dan para Kepala OPD serta para Camat dan undangan lainnya. (*)

(Abah Agus)