PT CMI Diduga Bohongi Pemda Mendiri Bangunan Tower Tanpa Ngantongi Izin

50

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN – Pada prinsipnya Pemerintah Kabupaten Sarolangun menyambut baik rencana pihak PT Centratama Menara Indonesia untuk berinvestasi pada sektor telekomunikasi dengan mendirikan membangun menara seluler (tower) yang sudah berdiri berlokasi di Jl. Aman RT 15, Lingkungan Sripelayang Kelurahan Sarolangun Kembang Kecamatan Sarolangun.

Akan tetapi, pihak PT Centratama Menara Indonesia tidak mengindahkan niak baik Pemerintah Kabupaten Sarolangun, bahkan terlihat PT CMI tersebut mempermainkan Pemerintah Daerah, pasalnya Pemerintah Daerah meminta kepada pihak PT untuk melengkapi berkas seperti membuat serta menyusun Dokumen Lingkungan (Amdal)/UPL/UKL/SPPL yang disahkan oleh dinas lingkungan Hidup (DLH) tetapi tidak dilakukan oleh pihak Perusahaan.

Kemudian, tidak melengkapi persyaratan perizinan yang terkait dengan pendirian pembangunan menara seluler (Tower) sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Deshendri membenarkan jika pihak PT tersebut tidak pernah mengurus berkas untuk mendapatkan surat Izin Membangun Bangunan (IMB).

“Sejauh ini tidak ada pihak PT itu menguruskan berkas untuk IMB, Selama ini setiap PT yang ingin mendapatkan IMB itu tentu harus ada rekomendasi SPPL dari LH, “Ungkap Deshendri

Hal senada juga disampaikan oleh Kepala Dinas Perumahan Dan Pertamanan (Perkim) H.Saipullah, ia juga membenarkan pihak PT Centratama Menara Indonesia yang bergerak dalam pendirian Tower tidak pernah juga mendatanginya dalam kepengurusan Berkas rekomendasi untuk IMB.

“Tidak pernah, bahkan kami dapat informasi kalau tower tersebut sudah berdiri kokoh di kawasan Sripelayang, perihal itu bisa terancam dirobohkan tower tersebut, “Jelas Saipul.

Untuk diketahui, untuk mendapat IMB harus ada rekomendasi dari tiga dinas, yakni Dinas Kominfo, Lingkungan Hidup dan Perkim, jika tidak mengantongin surat rekomendasi dari ketiga dinas itu, maka tower yang dibangun oleh PT CMI adalah Ilegal, dan Pemerintah Daerah harus mengusutkan persolan ini sampai pihak PT melengkapi persyaratan tersebut, bahkan tidak mempermainkan Pemerintah, yang lebih miris lagi bangunan tower tersebut tepat berada disamping rumah warga, dari pantauan media ini dilapangan pagar Tower pas-pasab dengan dindin rumah warga, semestinya jarak dengan rumah warga harus 20 meter minimalnya.

(Ajk)