Program HCE Instalasi Rehabilitasi Napza RSUD Prof.DR.HM Chatib Quzwain Gratis

174

SAROLANGUN-Instalasi Rehabilitasi Napza RSUD Prof. DR. HM Chatib Quzwain Semakin Dilirik Masyarakat. Instalasi Rehabilitasi ketergantungan Napza RSUD Prof. DR. HM Chatib Quzwain Sarolangun terus menunjukkan perkembangan semakin membaik dan dilirik masyarakat.

Hal itu dibuktikan dengan antusias masyarakat yang semakin tinggi untuk menintipkan sanak keluarganya untuk berobat di Panti Rehabilitas tersebut.

Menurut keterangan Dirut RSUD Chatib Quzwain dr. Bambang Hermanto, M.Kes selaku ketua pengelola menyampaikan,” jika sejak diresmikan oleh Bupati Sarolangun pada bulan Februari 2020 kemarin jumlah pasien sudah mencapai puluhan orang, ucapnya.

” Sejak diresmikan oleh Bapak Bupati jumlah pasien sudah mencapai 15 orang, dimana 4 orang sudah dipulangkan ke pihak keluarga dan sudah dinyatakan sembuh dan hidup normal dimasyarakat,” katanya.

Sambung dr. Bambang Hermanto, jika saat ini masih ada 11 orang pasien yang masih dalam pengobatan atau direhabilitasi dari ketergantungan narkoba. Ia juga menjelaskan, untuk semua pasien yang masuk ke sana tidak dipungut biaya alias digratiskan sesuai dengan program Bupati Drs.H.Cek Endra.

“Semua pasien yang direhab akan mendapatkan fasilitas dan biaya pengobatan yang sudah ditanggung oleh Pemda, akan tetapi ini berlaku bagi pasien dari dalam Kabupaten Sarolangun,” ujurnya. Rabu (12/8/2020).

Ditambahkan dr. Bambang Hermanto, sementara jika memang ada pasien yang berasal dari luar daerah maka akan dikenakan biaya. Sebab saat ini sesuai arahan dari Bupati fokus untuk masyarakat Sarolangun guna menyelamatkan para generasi muda Sarolangun dari Narkoba.

“Kita fokus untuk masyarakat Sarolangun terlebih dahulu, jika memang ada pasien dari luar daerah maka akan kita kenakan biaya yang besarannya kurang lebih Rp 3,9 juta, namun untuk masyarakat Sarolangun gratis,” tambahnya.

Terakhir dr. Bambang Hermanto menghimbau kepada Kepala Desa, Lurah serta Camat untuk mengajak masyarakatnya jika memang ada yang ketergantungan narkoba untuk tidak takut berobat ke Instalasi Rehabilitasi Napza Sarolangun.

” Masyarakat jangan takut dan malu jika ada keluarga yang ingin berobat, sebab ini dibangun guna menyelamatkan generasi muda Sarolangun,” pintanya.

Dari data yang diperoleh jika semua pasien yang dirawat di Instalasi Rehabilitasi Napza Sarolangun semuanya usia remaja yang mana merupakan generasi muda penerus perjuangan bangsa, jàdi sangat disayangkan jika generasi muda harus hancur karena Narkoba.pungkasnya. #.AF.RN.