Polres Sarolangun Bersama Instansi Terkait Gelar Rapat Koordinasi Ops Lilin 2017 

28

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Jelang peringatan Natal 2017 dan pergantian Tahun Baru 2018, Polres Sarolangun bekerja sama dengan instansi terkait mempersiapkan diri pengamanan dan melibatkan berbagai pihak demi mewujudkan situasi yang aman dan kondusif pada saat perayaan Natal dan pergantian tahun baru nanti.

Sebagai langkah awal Polres Sarolangun melaksanakan rapat koordinasi dalam rangka menghadapi Operasi Lilin 2017 tentang kesiapan pengamanan Natal 2017 dan pergantian tahun baru 2018 yang berlangsung di Aula Polres Sarolangun, Jumat (15/12/2017).

Keterlibatan semua unsur dan instansi terkait merupakan bentuk sinergitas dalam mewujudkan keamanan dan menjaga situasi tetap kondusif sehingga umat yang merayakan natal dan tentunya perayaan tahun baru bisa berlangsung tanpa adanya gangguan Kamtibmas.

Hadir dalam kegiatan rapat koordinasi Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana, S.IK, M.AP, Bupati Sarolangun yang diwakili oleh Staf Ahli, Dandim Sarko yang diwakili oleh Danramil Pauh, Kepala Kejaksaan Negeri Sarolangun, perwakilan Kapolsek Jajaran, Dinas Perhubungan, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Jasa Raharja, Camat Singkut, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Mitra Senkom.

“Inti dari kegitan rapat koordinasi tersebut adalah bagaimana Polres Sarolangun dan semua elemen masyarakat serta instansi terkait, bersama-sama mengambil peran dalam menjaga keamanan perayaan natal dan pergantian tahun baru, dari segala ancaman baik dari dalam dan dari luar dapat dicegah sehingga tercipta situasi yang aman dan kondusif,” kata AKBP Dadan.

Sementara operasi Lilin 2017 rencana yang akan berlangsung selama 10 hari dari 23 Desember 2017 hingga 1 Januari 2018 nantinya Kabag Ops Polres Sarolangun bertanggung jawab sebagai pengendali lapangan. Sehingga dalam paparannya yang diwakili oleh Kasubbagdalops AKP Pujiarso, SH menyampaikan prediksi situasi Kamtibmas secara umum wilayah hukum Polres Sarolangun menjelang perayaan Natal 2017 dan Tahun baru 2018. Terutama prediksi ancaman tentang bahaya teror, pelemparan dan pengruskan gereja, pesta miras, atau kemungkinan adanya pesta sex yang perlu diwaspadai dan diantisipasi.

(Ikhsan)