PKC PMII Jambi: Aksi Tolak RUU Tewasnya Randi jadi Catatan Kelam POLRI

JAMBI – Memanasnya aksi serempak mahasiswa se-Indonesia sepekan belakangan, hingga berbuntut aksi turun ke jalan untuk menolak RUU di Kota Kendari Sulawesi Tenggara, berujung ricuh dan memakan korban tewas, adalah La Randi (21), mahasiswa Fakultas Perikanan angkatan 2016. Dampaknya, bikin iklim penolakan tersebut makin ke titik kulminasi, dan mengundang reaksi bagi elemen mahasiswa di seluru Indonesia.

Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Provinsi Jambi (PKC PMII Jambi) juga angkat bicara, kami PMII Provinsi Jambi mengutuk keras tindakan represhif oknum aparat penegak hukum. Jumat (27/09/2019).

Saat melakukan pengamanan, tak sampai di situ, pentolan elemen mahasiswa itupun mengajak kawan-kawan mahasiwa di Provinsi Jambi untuk menggelar aksi solidaritas serentak di setiap Cabang masing-masing.

” kami mengutuk keras kepada aparat kepolisian yang telah melakukan tindakan diluar hukum, sehingga memakan korban jiwa saat mengamankan demontrasi di Kota Kendari Sultra, kami minta Kapolri usut tuntas pelaku penembakan, dan di hukum seberat beratnya.” ungkap Hengki Tornado.

Senin besok akan di laksanakan aksi solidaritas PKC PMII JAMBI di Polda Provinsi Jambi, dan serentak dengan seluruh cabang-cabang di Provinsi Jambi.

” Insha Allah kami Senin besok akan melaksanakan aksi solidaritas di Polda Provinsi Jambi, dan juga aksi seretak di seluruh cabang di Provinsi Jambi, kata ketua PKC PMII Provinsi Jambi Hengki Tornado.

Selain itu juga tuntutan PKC PMII Jambi Senin besok yaitu supaya tindakan yang menimpa sahabat kami RANDI tidak terulang lagi, karena ini merupakan catatan kelam bagi Kepolisian Republik Indonesia.

” harapan kami insiden itu tidak terjadi lagi, di saat mahasiswa melakukan demontrasi di wilayah manapun di Republik ini.” pungkas Hengki.

(Afdol)