Peserta BPJS Jamkesda Meninggal Dunia Dapat Ditukar Dg Orang Lain Ini Syaratnya

39

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
(BPJS) adalah suatu badan penyelenggara jaminan sosial aplikasi dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang mulai diimplementasikan tanggal 1 Januari 2014, program ini memberikan jaminan kesehatan dan sosial ekonomi melalui BPJS kesehatan dan juga BPJS ketenagakerjaan.

Khusus untuk BPJS kesehatan program ini memberlakukan seluruh warga negara indonesia wajib menjadi peserta BPJS kesehatan dan harus membayar iuran bulanan yang besarnya sudah ditentukan.

BPJS kesehatan menyediakan satu jenis kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang iurannya dibayarkan oleh Pemerintah dan Pemerintah daerah yang diperuntukan bagi warga miskin dan kurang mampu sehingga mereka tidak harus membayar iuran bulanan.

BPJS PBI adalah jenis kepesertaan yang digunakan untuk warga miskin dan yang kurang mampu yang sebelumnya sudah menjadi peserta pemengang KIS, Jamkesda Jamkesmas dan KJS, artinya warga pemegang KIS, KJS Jamkesda dan Jamkesmas sebenarnya masih digolongkan sebagai peserta BPJS Kesehatan untuk Kategori Peserta BPJS PBI (Peserta Bantuan Iuran).

Saat dijumpai Kepala Kantor Cabang BPJS Kabupaten Sarolangun Permata Sari dan di dampingi Wely diruang kerjanya, Selasa (20/02/2018) atau Ath-Thalaathaa 4 Jumadil Akhir 1439 Hijriah. Mengatakan, bagi masyarakat dikatagorikan miskin atau orang tidak mampu didalam BPJS dikenal istilah Penerima Bantuan Iuran (PBI), dan itupun terbagi dari PBI pusat di danai dari APBN, PBI tingkat Provinsi didanai dari APBD daerah Provinsi, dan kemudian PBI dari Kabupaten/Kota di anggarkan dari APBD daerah Kabupaten/Kota.

Permata Sari mengatakan, bagi keluarga peserta BPJS Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang berasal dari anggaran APBD Provinsi atau dari anggaran APBD Kabupaten/Kota, bagi yang telah meninggal dunia dapat diganti dengan orang yang miskin lainnya.

Dengan ketentuan, adanya surat keterangan kematian dari Keluran/Desa, kemudian mendapat rekomendasi Dinas Sosial, dilanjuti rekomendasi Dinas Kesehatan, dan dilampiri Kartu Keluarga pengganti disertai kartu BPJS almarhum, lantas kemudian baru di serahkan pada Kantor Cabang BPJS Sarolangun, setelah melengkapi administrasi barulah satu bulan kedepan kartu BPJS pengganti yang baru dapat digunakan, kata permatas Sari.

Seperti halnya terjadi pada almarhum Maksum diganti dengan bernama Muhammad Adam sesama warga RT. 04 Kelurahan Aur Gading Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun, setelah melewati administrasi yang lengkap baru satu bulan kemudian kartu perserta BPJS (PBI) dapat dipergunakan.

(Sopyan Abusro)