Pemkab Sarolangun Bahas nasib PT.Agrindo diberi IZIN HGU atau di TUTUP

241

SAROLANGUN-Pemerintah Kabupaten Sarolangun gelar rapat Penyelesaian masalah  PT. Agrindo Panca Tunggal Perkasa (PT. Agrindo) dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun-Jambi, diduga masih mengundang banyak pertanyaan, apakah PT.  Agrindo akan mematuhi kesepakatan?, apa kah akan kembali mengantongi izin HGU atau akan ditutup?, beberapa pertanyaan itu mungkin saja dapat terjawab Ya atau Tidak.

Beberapa kalimat tanya itu muncul karena diketahui selama ini PT. Agrindo terkesan cuek dan tidak kooperatif dengan Pemkab Sarolangun, beberapa surat Bupati pun tidak mereka tanggapi, hingga terbit surat peringatan dan surat keputusan pembekuan izin dan pemberhentian sementara segala aktifitas dan kegiatan perusahaan.

Kini tiba -tiba pihak Agrindo menyatakan akan memenuhi segala kewajibannya, sebagaimana yang dimuat pada berita acara rapat antara Manajemen PT. Agrindo dengan Pemkab Sarolangun yang dipimpin Wakil Bupati Sarolangun (Wabup) H. Hilallatil Badri didampingi Sekda Ir. Endang Abdul Naser. Kamis kemarin (27/8/2020).

Rapat dihadiri  pihak Forkompimda serta pihak terkait, di ruang rapat kantor Bupati Sarolangun, pihak PT. Agrindo  bersedia akan memenuhi segala kewajibannya agar kembali mengantongi izin HGU.

Perusahaan perkebunan kelapa sawit itu menyatakan sepakat akan memenuhi kewajibannya, sebagaimana tertuang pada berita acara rapat pada tanggal 21 Agustus 2019 tentang  penyelesaian  permasalahan konflik izin HGU  PT. Agrindo, hal ini dibenarkan Mashadi, Regional Office Manager (ROM) Jambi, PT. Agrindo.

“Kita pasti berupaya untuk penyelesaian, dan akan melakukan pelepasan 300 hektar lahan sesuai hasil kesepakatan,” kata Mashadi.

Pernyataan Mashadi semakin mengundang tanda tanya, Ia

menyebut akan berupaya melengkapi persyaratan izin HGU, padahal selama cuek dan seakan mengangkangi Pemkab Sarolangun.

“Kita terus berupaya untuk melengkapi persyaratan, terkait permasalahan izin HGU,” ucap Mashadi.

Penyelesaian persoalan ini tentu tidak semudah mengucapkan, karena banyaknya hal terkait yang wajib dipenuhi pihak PT. Agrindo dalam memperoleh kembali izin HGU yang sudah mati pada Desember 2019 lalu.

Dari masalah pelepasan lahan, kejelasan peruntukan kebun plasma, hingga dana CSR yang selama ini diduga tidak jelas peruntukannya, yang jelas merugikan masyarakat Sarolangun.

Ditambah lagi masalah over lapping (Menggarap kawasan hutan) lahan di luar HGU, hal ini diduga sudah berlangsung belasan tahun, tentu saja menimbulkan masalah pidana yang harus dipertanggung jawabkan oleh perusahaan.

Wabup Hilallatil Badri mengatakan bahwa pihak Pemkab Sarolangun menunggu pihak PT. Agrindo dalam penyelesaian permasalahan, terutama penyerahan pelepasan lahan 300 hektar sesuai hasil kesepakatan pada tanggal 21 Agustus 2019.

“Kita menunggu pihak PT. Agrindo memenuhi hasil rapat 21 Agustus 2019, yakni tentang pelepasan tanah seluas 300 hektar,” kata Wabup didampingi Sekda.

Lanjut Wabup, sepanjang perusahaan tidak melaksanakan kewajibannya, Pemkab Sarolangun tetap tidak akan mengeluarkan surat rekomendasi perpanjangan izin HGU, ini dapat berarti dua kemungkinan,  kembali mengantongi izin HGU atau PT. Agrindo mungkin akan ditutup.

“Pihak PT. Agrindo sudah menyepakati akan melaksanakan kewajibannya, kita tunggu hingga 31 Desember,” terang Wabup.

Terkait persoalan ini, Evi Firdaus salah satu tokoh masyarakat Sarolangun menanggapi bahwa permasalahan PT. Agrindo bukan hanya dalam hal legalitas perizinan, ada masalah lain yang ditimbulkan akibat over lapping lahan yang dilakukan PT. Agrindo.

“Permasalahan PT. Agrindo bukan hanya sekedar legalitas perizinan, plasma dan dana CSR, tetapi juga masalah sanksi pidana atas over lapping lahan yang sudah dilakukannya belasan tahun, itu harus dipertanggung jawabkan,” kata Evi Firdaus.

Tanda tanya berikutnya, mungkin kah Pemkab Sarolangun membiarkan kesewenangan PT. Agrindo selama ini?  hingga kembali mengeluarkan rekomendasi izin HGU dan legalitas perizinan lainnya?

Penyelesaian permasalahan ini tentu ditunggu masyarakat Sarolangun, yang mana selama ini hak -hak mereka  diabaikan oleh PT. Agrindo.#.AF.RN