Pelaku Penikam Karyawan SPBU Berhasil di Sergap Polisi

52

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Senin tanggal 27 November 2017 sekira pukul 12.00 Wib bertempat di Desa Gurun Mudo Kecamatan Mandiangin. Kabupaten Sarolangun. Provinsi Jambi. Pihak kepolisian dari Mapolsek Mandiangin telah berhasil menciduk pelaku  351 yang diketahui indititasnya  atas nama Rifat.

Penangkapan terhadap pelaku penganiayaan dengan mengunakan sajam terhadap korban Hermanto karyawan SPBU 2137465 Desa Gurun Mudo Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun. Dipimpin langsung  Kapolsek Mandiangin AKP Iskandar CH, SH, MH beserta 4 Orang Personil Polsek Mandiangin.

Pihak kepolisian melakukan  penangkapan terhadap tersangka berdasarkan Laporan Polisi : LP / B-15 /VII / 2017 / Jambi / Res Sarolangun / Sek Mandiangin.
Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana SIK M.AP melalui Kapolsek Mandiangin AKP Iskandar CH SH MH dalam keterangannya kepada Wartawan , selasa (28/11/2017). Dengan tegas menyebutkan itu terjadi pada Hari Selasa tanggal 25 Juli 2017 Sekira pukul 21.55 Wib.

Pelaku  Rifat diketahui tinggal di  Desa Gurun Mudo Kecamatan Mandiangin Kabupaten Sarolangun. Dijelaskan Kapolsek kronologis kejadian  selasa   27 Juli 2017  sekira pukul 21.50 Wib.
Sewaktu korban sedang duduk bersama saksi di depan kantor SPBU Desa Gurun Mudo Kecamatan  Mandiangin. Tiba tiba pelaku datang dan langsung menikam korban pada bagian rusuk kanan.

“Mengetahui hal tersebut korban sempat bertanya “Kau Nikam Aku ya”. Pada saat itu juga pelaku kembali menikam korban dan mengenai perut bagian atas pusat. Mendapatkan serangan 2 (dua)  kali korban pun mencoba melarikan diri kedalam kantor SPBU” kata Kapolsek.

Ironisnya pelaku yang sudah seperti kemasukan setan  tersebut terus mencoba mengejar korbannya. Namun aksi sadis pelaku berhasil di tahan oleh warga.

Melihat korban menyalamatkan diri dengan cara masuk kedalam kantor SPBU, pelaku akhirnya pergi meningalkan TKP.
Lalu  atas kejadian tersebut pelapor melaporkan ke Polsek mandiangin guna proses lebih lanjut. Motip penyerangan terhadap korban disinyalir menyangkut dendam pribadi.
(Rul)