Peduli Rohingya, Lintas Agama, Ormas Kab. Sarolangun Menggelar Doa Dan Donasi

73


NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Kepedulian masyarakat Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, terhadap tragedi pembantaian, pemerkosaan, dan pembunuhan bagi etnis Rohigya Myanmar merupakan suatu pelanggaran berat Hak Azazi Manusia (HAM), menjadi sorotan dunia Internasional termasuk masyarakat Kabupaten Sarolangun.

Kepedulian tragedi Rohingya Myanmar tidak hanya persoalan terhadap umat Islam saja ini merupakan suatu tragedi kemanusiaan, masyarakat Kab. Sarolangun bersatu menggelar aksi simpatik tragedi Rohingya Miyanmar melalui Kemenag Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) M. Syatar, dan lintas agama dari MUI Kh. Rois Amin, MPdi, Pendeta Kristen Manurung, Pendeta Katolik St. Bung Silalahi, Bikhu Budha Panditamuda landung sudarwo, Bupati Sarolangun diwakili Stap ahli, Kapolres diwakili Kabag OPS, Ketua HMI Martin, Ketua PMII Hengki, Ketua Himsar Zainal, Korpri Neli, Penna Donin Aprizal, dan Ketua PWS Kab. Sarolangun Bole, rabu (13/9/2017) di depan Bank 99 Jambi.

Dalam orasi dengan silih berganti dengan nada yang sama orator menunjukkan kesedihan mendalam yang dialami saudara muslim Rohingya dan mengutuk keras perbuatan pemerintah Myanmar atas pembataian, pemerkosaan, dan pembunuhan tersebur.

Dalam kesempatan itu Bikhu Budha Panditamuda landung sudarwo, menyampaikan lewat awak media, umat Budha Kab. Sarolangun khususnya mengutuk keras terhadap tragedi tersebut apapun alasannya yang silakukan terhadap masyarakat Rohingya itu tidak sesuai dengan ajaran Budha, sementara dalam ajaran Budha mengajarkan cinta kasih yang Universal tentang pancasila Budhis, itu pedoman kehidupan umat Budhis sehari2 dan tidak ada ajaran umat Budhis untuk melakukan pembantaian, pemerkosaan, dan pembunuhan.

Lanjutnya, Sementara Bikhu itu mempunyai 127 inayah itu lebih berat dari umat lainnya, jangankan untuk membunuh manusia, dalam pancasila kami ada janji pada Tuhan yang maha esa, bahwa umat Budha berusaha tidak membunuh mahluk hidup, apa lagi itu umat manusia, bagi umat Budhis yang awam saja membunuh semut merupakan dosa, apa lagi seorang Bikhu yang mempunyai inayah atau aturan2 yang lebih kuat dan apabila hal demikian terjadi maka secara otomatis Kebikhuan dan kerohanian Budhis gugur, tandasnya.

Dan dalam kegiatan kepedulian tragesi Rohingya yang sigelar didepan Bank 99 Jambi terkumpul donasi dari donatur sebesar Rp.10.100.000 dan sumbangan tersebut akan ditransfer lewat rekening Mercy kemanusiaan, dan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin Kh. Rois Amin, MPdi untuk keselamatan masyarakat muslim Rohingya Myanmar.

(Sopyan Abusro)