Panti Rehabilitasi Narkotika Kepedulian Pemkab Sarolangun Perangi Narkoba

142

SAROLANGUN-Sebuah bukti nyata kepedulian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun memerangi narkoba yang  dapat merusak dan menghancurkan generasi bangsa, Pemkab Sarolangun telah membangun gedung Instalasi Rehabilitasi ketergantungan Narkotika, Psikotropika dan zat Adiktif (Napza), ini adalah salah satu cita-cita Bupati Cek Endra yang sudah terwujud dan diapresiasi Badan Narkotika Nasional.

Panti Rehabilitasi Napza RSUD HM. Chatib Quzwain Sarolangun Provinsi Jambi itu terletak di pinggir Jalan Lintas Sumatera, tepatnya di Desa Bangun Jayo Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, sudah diresmikan operasionalnya pada bulan Februari 2020 yang lalu.

“Alhamdulillah, kita sudah memiliki Instalasi rehabilitasi ketergantungan narkoba, ini adalah upaya nyata Pemkab Sarolangun dalam memerangi peredaran dan bahaya narkoba di Sarolangun,” kata Cek Endra.

‘Menyikapi bahaya narkoba tidak cukup dengan rasa prihatin saja, harus ada upaya nyata,”  ujarnya, saat meresmikan Instalasi Rehabilitasi Napza Sarolangun, dihadiri pihak BNN Kombes Pol Sri Badriyati, kepala BNP Jambi, Anggota DPRD Sarolangun dan Forkompimda.

Badan Narkotika Nasional (BNN) mengapresiasi kepedulian nyata Bupati Sarolangun itu, melalui  Kombes Pol Sri Badriyati. BNN sangat mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Bupati Sarolangun, bahkan BNN mengucapkan rasa terimakasihnya kepada Bupati Sarolangun dalam keseriusan memerangi lajunya peredaran narkoba.

”BNN sangat berterimakasih dan mengapresiasi  bukti kepedulian Bupati Sarolangun, kepedulian nyata ini sangat sulit ditemukan di Provinsi lainnya se Indonesia,” kata Kombes Pol Sri Badriyati.

Ia menyebut ini kepedulian luar biasa karena berobat di panti rehabilitasi Napza Sarolangun, gratis.

“Ini sangat luar biasa, yang berobat disini tidak perlu bayar, semua biaya digratiskan Pemkab Sarolangun,” ujarnya.

Direktur RSUD HM. Chatib Quzwain dr. Bambang Hermanto, M. Kes mengatakan Pasien yang masuk selama operasional sejak Februari 2020 sudah berjumlah 23 orang.

“Yang sudah sembuh dan dipulangkan ke keluarganya 15 orang, yang dalam rehab 8 orang,” kata dr. Bambang, Jumat (30/10/2020).

dr. Bambang menyebut para pasien selain direhab secara medis, juga dibekali ilmu Agama dan kekuatan mental dan berkarakter.

“Kita juga membekali ilmu Agama dan mental berkarakter pada pasien, sehingga pulang ke tengah masyarakat sudah punya bekal kemasyarakatan, dan diterima di lingkungan masyarakat.” terang dr. Bambang. #AF.RN