Otokritik Kader HMI Cabang Sarolangun Haruskah

62

Ditulis oleh : Ilham Irawan
Bidang Berpartisipasi Pembangunan
Daerah HMI Cabang Sarolangun
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
Universitas Jambi

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Pada beberapa minggu yang lalu tepatnya pada tanggal 5 Februari 2018, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) cabang Kabupaten Sarolangun, Jumat 16 Februari 2018 atau, al-Jumu’ah 30 Jumadil awal 1439.

Pengurus HMI Cabang Sarolangun Ilham mengatakan, beberapa waktu yang lalu HMI berulang tahun yang ke 71, artinya HMI telah melebihi setengah abad mengarungi berbagai dinamika di Indonesia. Mulai dari melawan kolonialisme, pemberontakan PKI, hingga membantu meruntuhkan rezim orde baru Itulah mungkin sekilas perjalanan Himpunan ini, katanya.

Sambung Ilham, himpunan ini yang sudah berusia 71 tahun, HMI hampir sama seperti umur manusia pada umum nya, yang tidak sanggup lagi berjalan, banyak penyakit, tulang yang sudah banyak keropos. Padahal HMI harusnya tidak bisa disamakan demikian karena HMI di isi oleh mahasiswa (pemuda) yang secara fisik dan pemikiran masih sangat kuat. Berbagai tanggapan dan pandangan dari jajaran pengurus komisariat pengurus cabang.

Lanjut, ada yang mengatakan kesadaran berorganisasi mahasiswa  hari ini tidak ada, kurangnya kesadaran dari pengurus untuk membuat kegiatan, dan macam-macam yang lain.

Bagi saya bukan itu problemnya menurut hemat saya HMI tidak “sexy “ lagi untuk menjadi wadah  belajar dan berproses,  “brand” nya sudah mulai menurun, karena apa ? karena Budaya-budaya intelektual tidak lagi dipertontonkan oleh kader-kader HMI, gagasan dan ide-ide yang segar juga jarang dikemukakan di forum-forum internal cabang dan dikampus-kampus.

Inilah sebetulnya menurut saya problem mendasar  yang harus segera dibenahi.
Bagaimana HMI agar lebih “survive” di masa yang akan datang, 1. Kualitas Pengkaderan adalah urat nadinya HMI, pengkaderan sebuah keniscayaan di dalam tubuh HMI, pengkaderan seperti apa. Tentu pengkaderan yang berorientasi pada kualitas tanpa mengenyampingkan aspek kuantitas.  Mulai dari tahapan Input, Proses, Hingga Ouput hingga RTL  (Rencana Tindak Lanjut ) Harus sesuai dengan pedoman pengkaderan HMI.

2. Mengembalikan Eksistensi kader HMI di Kampus-kampus pada masa waktu saya masih aktif kuliah, kader-kader HMI selalu memegang tampuk kekuasaan di setiap fakultas yang ada.

Itu menunjukkan memang kader HMI mempunyai taring di dunia kampus, dan  cukup di segani. Tetapi hari ini kekuasaan itu sangat mudah direbut oleh orang lain. Karena memang ada kualitas yang menurun pada diri kader HMI. Kenapa harus berkuasa dikampus ? karena itulah salah satu pintu masuk HMI untuk merekrut calon-calon Anggota baru HMI.

Dari analisa saya diatas dapat saya simpulkan bahwa aspek kualitas memang harus menjadi tujuan utama  kader HMI dalam proses pengkaderan untuk mewujudkan itu tentu kita harus “meRevitalisasi kembali sistem pengkaderan yang ada demi mewujudkan 5 kualitas insan cita” . (Pasal 4 AD HMI).