Mode Gaya Kepemimpinan Assertive Wakil Bupati Sarolangun Hilallatil Badri

174

Oleh : Dr.Dedek Kusnadi,M.Si.MM
Pengamat Publik dan Dosen Ilmu Pemerintahan UIN STS Jambi

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN –
Peran Wakil Bupati Tak Sekedar Pemanis Politik “Aristoteles pernah mengatakan bahwa pada dasarnya manusia itu adalah makhluk yang berpolitik ( zoon politicon). Aristoteles juga dianggap sebagai orang yang memperkenalkan kata politik melalui berbagai pengamatannya tentang kehidupan manusia yang serba berubah dari masa ke masa.

Mungkin aktivitas politik sudah ada jauh sebelum Aristoteles menemukan rumusan tentang politik karena Yunani merupakan salah satu bagian dari peradaban tertua yang pernah ada di muka bumi ini.’Dengan dasar sebagai makhluk yang berpolitik, maka manusia bebas menentukan pilihannya, bebas untuk berkelompok, bebas menentukan dukungannya, bahkan bebas mengekspresikan dirinya untuk dipilih juga.

Dari masa kemasa, setiap individu punya hak masing-masing dalam menentukan arah tujuan politiknya, baik secara individu maupun kelompok. Jika zaman berubah, otomatis politik juga ikut berubah sesuai dengan dinamika yang berkembang sehingga kita tidak bisa menampik bahwa politik itu tidak konsisten, dinamis, dan selalu berubah sesuai dengan perkembangan kepentingan dan perkembangan zaman.

Juga sesuai dengan Arah ke inginan publik.”Wabub Hilal Lebih suka melihat langsung Permasalahan publik, seperti baru2 ini ada nya terkait laporan Lemah nya pelayanan di Diskacupil, Wabub Hilal Melihat dan Mengevaluasi Kinerja birokrasinya saat turun kelapangan, dan mencarikan solusi terbaik permasalahan tersebut.

Tidak hanya menerima laporan saja, tetapi melihat langsung realita dilapangan,” Maju tidaknya suatu daerah tergantung kerjasama antara pemerintah dan masyarakatnya, jika di kaitkan dengan perilaku kepemimpinan Wabub Hilal memgunakan teori sosial dalam ruang publik terkait fungsi, kerja, dan wewenangnya. Tentunya proses dari pemahaman Struktur kerja sama antara Bupati dan Wakil Bupati bersinergi dalam pembagian tugas kerja berbekal pengalaman beliau duduk di DPRD Kabupaten Sarolangun hingga Provinsi Jambi,yang berproses secara Komplex Siap dan di siapkan, di didik dan dibentuk tidak dilahirkan atau di bawah nama besar orang tua, namun benar -benar berproses dalam kepemimpinan (leaders are made, not born).

Setiap orang bisa menjadi pemimpin, melalui usaha penyiapan dan pendidikan serta dorongan oleh kemauan sendiri.”Akan tetapi, perilaku kepemimpinan ini keefektifannya bergantung pada banyak variabel.“Jangan ada kesan bahwa Posisi Wakil itu melaksanakan tugas kalau kepala daerah berhalangan tetap maupun tidak maka tugas di berikan kepada wakil, atau kalau seorang wakil mendapat penugasan dari kepala daerah. Namun ”Seyogianya, ruang publik dimaksimalkan untuk membangun kualitas hidup publik, membangun pemikiran dan perilaku publik agar sesuai dengan aturan perundangan yang berlaku.’Sehingga Wabub Hilal Selalu Bersinerji terhadap beban kerjanya kepada Bupati.’Meskipun dahulu kedua nya Pernah bersebrangan dalam hak politik,

Namun atas dasar melihat, kemauan publik Mereka bersatu,’itulah politik di sebut dinamis.’Jadi tidak mesti Pasangan kepala daerah itu Saling berebut tugas dan wewenang, saling melengkapi antara keduanya tentu akan berdampak baik terhadap Tata kelola Pemerintahan kedepan.”Melalui tulisan sederhana ini, penulis bermaksud mengingatkan kembali Bupati dan Wakilnya barangkali saja lupa, kaitan dengan amanat UU No.23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah. Dalam UU tersebut tegas disebutkan wewenang dan tugas kepala daerah dan wakilnya. Berikut kewenangan Kepala Daerah, mengajukan rancangan Perda, menetapkan Perda yang telah mendapat persetujuan bersama DPRD, menetapkan Perda dan keputusan kepala daerah, mengambil tindakan tertentu dalam keadaan mendesak yang sangat dibutuhkan oleh Daerah dan/atau masyarakat, dan melaksanakan wewenang lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Wakil kepala daerah mempunyai tugas membantu kepala daerah dalam memberikan saran dan pertimbangan kepada kepala daerah dalam pelaksanaan Pemerintahan Daerah, melaksanakan tugas dan wewenang kepala daerah apabila kepala daerah menjalani masa tahanan atau berhalangan sementara, melaksanakan tugas lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, wakil kepala daerah melaksanakan tugas dan kewajiban pemerintahan lainnya yang diberikan oleh kepala daerah yang ditetapkan dengan keputusan kepala daerah.

Kalaulah demikian menurut undang-undang, peran wakil kepala daerah (wakil Bupati) tidaklah dapat dipandang sebelah mata. Ia harus ditempatkan pada porsi yang selayaknya sebagaimana amanat konstitusi yang berlaku, jika tidak maka Bupati telah bertindak sewenang-wenang dan berkhianat terhadap komitmen politik pada masa kampanye dengan calon wakilnya saat itu dengan adanya kegarmonisan tentu menjadi contoh pada daerah2 yang lainnya.Tentunya Wabub Hilal amat menghargai Bupatinya, dan saling melihat pada porsi mana pekerjaan masing-masing.

Gaya kemimpinan Wabub Hilal ini lebih ke asertif (Assertive). Gaya kepemimpinan ini sifatnya lebih agresif dan mempunyai perhatian yang sangat besar pada pengendalian personal dibandingkan dengan gaya kepemimpinan lainnya. Pemimpin tipe asertif lebih terbuka dalam konflik dan kritik. Pengambilan keputusan muncul dari proses argumentasi dengan beberapa sudut pandang sehingga muncul kesimpulan yang memuaskan.