Melalui Festival Rebana Tingkatkan Nilai Budaya Bernapaskan Islam

56

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Penyebaran Islam di Nusantara mulai semarak pada abad ke-12 dan 13. Syiar Islam yang dibawa para dari Timur Tengah ternyata bisa diterima baik oleh warga pribumi.

Alasannya, syiar Islam tersebut mampu bertransformasi dengan budaya setempat. Nilai-nilai Islam yang disampaikan dikemas sedemikian rupa sehingga mampu menyesuaikan dengan kondisi sosio-kultural setempat.

Alat musik rebana yang didalam syair-syairnya sarat dengan nilai-nilai Islam untuk melestarikan budaya tersebut.

Melalui Festival Rebana Kita Tingkatkan Nilai Budaya Bernapaskan Islam. Ketua karang taruna Mustopa mengatakan, dalam kegitan seni budaya rebana yang di ikuti oleh 10 peserta,  dari mulai tanggal 19 sampai 21 karena dalam kegitan ini kita menyambut bulan suci Romadhon.

Seni budaya islam yang ada di kabupaten Sarolangun sudah hampir sirna untuk itu kita bangkitkan kembali nilai2 seni budaya yang bernapaskan Islam, katanya.

Warga masyakat gunung kembang Rt.4 sangat merespon kegitan ini dan juga kegiatan tersebut berkerja sama dengan karang taruna dan masyarakat, pestipal robana di ikuti dari Kecamatan Pauh, Limun, dan Kecamatan Sarolangun

Lurah gunung kembang Dedi kurnian memgatakan, dalam acara ini kami selalu mendukung penuh, ini baru pertama di adakan di Kelurah Gunung Kembang karena kami sangat setuju pestival seni budaya rebana, yang mana kesenian rebana sudah hampir punah paling paling adanya dalam acara MTQ. Acara tersebut pada malam minggu nanti kita mengadakan penutupan seni budaya yang mana acara tersebut akan ditutup oleh Camata Sarolangun.

Agenda seni budaya rebana akan kita tingkatkan, pestival ini kedepan akan kita bikin lebih meriah lagi, katanya

Dalam pestival seni budaya rebana yang digelar yang dinilai oleh dewan juri H. Helmi dan Antony

(Afdol)