MAL Administrasi Dalam Lembaga Pendidikan UIN STS Jambi

73

Oleh: Yulfi Alfikri Noer S.IP., M.AP
Akademisi Dan Pengamat Birokrasi Jambi.

NETIZENEWS.CO.ID/JAMBI-Menanggapi polemik pergantian pejabat di UIN STS Jambi seperti yang di publish beberapa media massa, kamis (30/11/2017) dan penjelasan Prof. Muktar Latif. Tindakan yang dilakukan Rektor secara rasional menimbulkan suatu Pertanyaan besar bagi Publik.

Apakah UIN STS Jambi dalam kondisi “darurat” sehingga Pimpinan tertinggi harus segera melakukan pergantian pejabat di lingkungan UIN STS Jambi pada malam hari dan terkesan mendadak?

Tindakan Pelantikan Pejabat yang di lakukan malam hari di luar jam dinas merupakan suatu hal yang tidak wajar yang terjadi dilingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN), mengingat bahwa Pejabat yang dilantik bukanlah pejabat untuk sebuah organisasi Kemasyarakatan.Tentulah Punya Proses Yang Amat Baik dan Benar.

Seorang Pemimpin adalah seorang Kepala administator. Jika Kepala administator tidak mengerti masalah Administrasi maka Lembaga ini akan hancur, begitu juga sebaliknya jika Pimpinan Administrasi yang sudah Paham benar Administrasi justru malah di jadikan sarana Praktis untuk merekayasa sistem sedemikian rupa sehingga terdapat kesan Kelihatan Baik (window dressing).

Perbuatannya berasal dari niat untuk mendapatkan suatu kesempatan di dalam kesempitan atau di Karenakan adanya sistem yang membuat dia tidak berkutik dan berbuat sebagaimana diperbuat oleh lingkungannya atau karena kepentingan internal atau eksternalnya.Tentunya hal Ini dapat menimbulkan kesan Pemimpin Tersebut Memimpin dalam Sebuah Perusahaan Pribadi Yang Mengangkat dan Melantik Menjadi Manejer Atau Atasan adalah Anak Atau Keluarga dari pemilik kuasa penuh atas Perusahaan Tersebut.

Jika Kita Lihat Secara Komplex Sanagatlah Ironis bila pendidikan di Perguruan Tinggi yang Seharusnya bisa membentuk pola pikir dan mentalitas yang Sehat Berkarakter Serta Menjadi Contoh Masyarakat serta mampu melahirkan intelektual-intelektual yang bermoral dan beretika, harus di terjamahkan oleh tindakan-tindakan yang jelas dapat merusak Propesional dalam dunia Pendidikan, Akademik yang menjunjung tinggi nilai-nilai rasionalitas yang mempunyai analisa dan tolak ukur yang jelas.

Tentu nama baik Lembaga atau Institusinya dengan melakukan perbuatan Mal Administrasi yang Notabene dilakukan oleh Kepala dari Lembaga Institusi di Pendidikan Perguruan Tinggi yang Mempunyai Kekuasaan untuk mengelola lembaga Pendidikan Khususnya di Perguruan Tinggi.

Kemudian apa yang bisa dilakukan oleh Pihak-pihak yang merasa bahwa ada tindakan Mal Administrasi. Upaya yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan akibat hukum dari Mal Administrasi adalah dengan cara menegakkan aturan sebagaimana yang secara tegas telah di buat.

Sedangkan yang melanggar asas-asas umum Birokrasi Pemerintahan dalam Suatu Lembaga atau Institusi tentu menegakkan kode Etik dan atau sumpah jabatan yang di ucapkan ketika Pegawai tersebut akan memangku jabatan.

Terhadap oknum Pejabat yang terbukti bersalah melakukan tindakan Mal Administrasi di kenakan tindakan disiplin dan atau Sanksi Administrasi (hukuman disiplin), bahkan mungkin di Ajukan ke Pengadilan yang berwenang apabila tindakan mal Administrasi tersebut mengandung Aspek Yuridis.

Perguruan tinggi memegang peranan Penting untuk memberikan keteladanan Sekaligus menjadi _mortal force_untuk Mengakselerasikan kejahatan-kejahatan dalam dunia Pendidikan.

Kejahatan dalam dunia Pendidikan dapat dikatakan sebagai biang segala kejahatan. Karena pada dasarnya Pendidikan akan membentuk watak seseorang menuju arah lebih baik daripada sebelum ia berpendidikan.
Ketika kebijakan bersumber dari kepentingan Pribadi dan Golongan maka timbul pertanyaan akan di bawa kemana lembaga itu?” Wallahu A’lam Bishawab.