LIPSUS: P2DK Program Unggulan Cek Endra

Foto : Drs H Cek Endra diantara bibit kelapa sawit siap tanam

SAROLANGUN- Program P2DK (Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan) Bupati Kabupaten Sarolangun Drs H Cek Endra, telah terbukti menyentuh rakyat pedesaan, banyak membantu dan menunjang pemenuhan kebutuhan dan meningkatkan perekonomian masyarakat. Program ini telah dilakukan jauh sebelum Pemerintah lain di Provinsi Jambi memikirkan hal yang serupa.

Seperti apa Program unggulan Bupati Sarolangun Drs H Cek Endra, ini? Berikut laporan wartawan netizenews.co.id Abah Agus.

————————————————

Foto : Penanaman Kelapa Sawit di tanah TKD di Desa Sungai Gedang Kecamatan Singkut

Program Pemerintah Kabupaten Sarolangun di bidang ekonomi kerakyatan yang dikenal dengan P2DK, dengan dana Rp 200 Juta (Dua ratus Juta) setiap Desa/Kelurahan per tahun, telah berlangsung selama 6 (enam) tahun, sejak H Cek Endra memimpin Sarolangun berpasangan dengan Wakil Bupati Pahrul Rozi, hingga kini bersama Wakil Bupati H Hilallatil Badri.

Masyarakat adalah Penerima Manfaat Langsung dana P2DK;

Pemanfaatan dananya langsung diterima dan dinikmati masyarakat, mulai dari pembangunan akses perekonomian masyarakat Desa, hingga kini pada bidang ekonomi kerakyatan dalam peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat, menjadikan P2DK program unggulan dan primadona di Provinsi Jambi.

Foto : Usaha Penggemukan sapi P2DK Desa Pelawan Jaya Kecamatan Pelawan

Keunggulan P2DK;

Diantara keunggulannya, P2DK adalah program berbasis Desa/Kelurahan, artinya lebih spesifik, digelontorkan ke 158 Desa dan Kelurahan, di 10 (Sepuluh) Kecamatan se Kabupaten Sarolangun, langsung menyentuh lapisan bawah.

Dibandingkan bila berbasis kecamatan dengan jumlah dana yang disamakan, setiap Desa/Kelurahan tidak akan sama perolehan dananya, karena jumlah Desa/Kelurahan setiap Kecamatan berbeda.

P2DK mempunyai azas keadilan dan merata bagi setiap Desa/Kelurahan, direalisasikankan dengan dana yang besar, P2DK cenderung mendidik (membentuk) Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat menjadi bermental wira usaha (entrepeneurship) dengan pemanfaatan modal awal dari bantuan Pemerintah, dan kedepannya akan dapat dikembangkan oleh individu atau kelompok masyarakat pengelola dana.

Pemanfaatannya sesuai Kearifan Lokal;

Dari data yang dihimpun netizenews.co.id terkait pemanfaatan dana P2DK, masyarakat Desa/Kelurahan menggunakannya menurut kearifan lokal dan inovasi masing masing, sesuai Petunjuk teknis (Juknis) dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun.

Berikut, pemanfaatan dana P2DK di Desa/Kelurahan tahun 2019, di beberapa Kecamatan, diantaranya; Kecamatan Mandiangin yang terdiri dari 28 Desa, dana yang digelontorkan Rp 5,6 Milyar per tahun, dimanfaatkan masyarakat Desa untuk usaha ternak sapi, Kebun kelapa sawit dengan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) dan Perkebunan serai wangi.

Kecamatan Bathin VIII, yang terdiri dari 15 Desa/Kelurahan, memperoleh dana Rp 3 Milyar, dimanfaatkan masyarakat untuk usaha ternak sapi, Kebun kelapa sawit dengan memanfaatkan Tanah Kas Desa (TKD) dan usaha Konveksi, hal ini sama dengan yang dilakukan masyarakat Kecamatan Singkut, yang terdiri dari 13 Desa/Kelurahan, memperoleh dana Rp 2,6 Milyar.

Kecamatan Pelawan, yang terdiri dari 14 Desa, memperoleh dana Rp 2,8 Milyar, dimanfaatkan masyarakat untuk usaha ternak sapi dan kerbau. Desa Pematang Kolim dan Pelawan Jaya memanfaatkan dana dalam usaha Penggemukan sapi yang saat ini sudah siap jual untuk kebutuhan masyarakat terhadap daging sapi dan kebutuhan Sapi Qurban.

Kecamatan Limun, yang terdiri dari 16 Desa, memperoleh dana Rp 3,2 Milyar, dimanfaatkan masyarakat untuk usaha ternak sapi dan perkebunan. Khususnya di 5 ( lima) Desa wilayah Bukit Bulan memilih pemanfaatan dana P2DK untuk usaha ternak kerbau. Begitu pun di Kecamatan Cermin nan Gedang, terdiri dari 10 Desa, memperoleh dana Rp 2 Milyar, dimanfaatkan masyarakat untuk usaha ternak, Perkebunan Jeruk Lemon, Pengadaan benih Padi dan pupuk serta Pengadaan Mesin jahit.

Kecamatan Sarolangun, terdiri dari 16 Desa/Kelurahan, memperoleh dana Rp 3,2 Milyar per tahun. Pada wilayah perkotaannya terdiri dari 6 Kelurahan yang memanfaatkan dana P2DK untuk menunjang usaha perdagangan, usaha konveksi serta perkebunan cabe dan jagung.

Ucapan terimakasih dan apresiasi masyarakat kepada Bupati Cek Endra begitu banyak, bagai air yang mengalir deras, karena Program P2DK diakui sangat membantu masyarakat dalam peningkatan ekonomi keluarga.

Pada umumnya, masyarakat meminta Peogram P2DK terus digelontorkan dan meminta jumlah dananya ditambah, hal itu bukan hal mustahil, karena dalam perencanaan program pembangunan ekonomi kerakyatan pada kepemimpinan Cek Endra , jumlah dana P2DK akan ditingkatkan menjadi Rp 300 juta hingga Rp 500 juta per Desa/kelurahan, tentunya disesuaikan dengan kemampuan APBD.

Ucapan terimakasih itu seperti yang diucapkan peternak sapi P2DK Desa Bukit Talang Mas, Desa Payo lebar dan Desa Sungai Gedang Kecamatan Singkut yang memanfaatkan dana P2DK untuk usaha kebun kelapa sawit di atas tanah TKD.

Begitu pun dari pengelola usaha penggemukan sapi di Desa Pelawan Jaya Kecamatan Pelawan, usaha tersebut memberikan lapangan kerja baru bagi warganya, juga ucapan terimakasih dari warga Bukit Bulan Kecamatan Limun, yang mana dengan usaha peternakan kerbau dapat memberikan tambahan penghasilan keluarganya, seperti yang ditulis media ini beberapa waktu lalu.

Program P2DK sudah mapan;

Program P2DK sudah mapan dalam hal teknis pelaksanaan dan pengawasan, bukan sekedar wacana atau rencana, dan sudah diterima manfaatnya oleh masyarakat, terbukti sangat membantu masyarakat.

Atas segala keunggulan P2DK, Bupati Cek Endra berharap kedepannya program Primadona ini menjadi Program Provinsi Jambi.

“Semoga P2DK menjadi program Provinsi Jambi,” katanya singkat, pada sebuah komunikasinya dengan netizenews.co.id, beberapa waktu lalu.

Bupati Cek Endra dalam suatu kesempatan juga menyebut, Program P2DK merupakan program unggulannya,

“Salah satu program unggulan saya di Kabupaten Sarolangun ialah program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan (P2DK), bertujuan untuk bisa memajukan ekonomi kerakyatan melalui perkebunan, peternakan, perikanan dan juga untuk modal usaha masyarakat,” ungkapnya, Sabtu (18/1/2020).

“Sebagai contoh, dengan dana P2DK, masyarakat bisa memanfaatkan lahan Tanah Kas Desa untuk berkebun kelapa sawit seperti yang ada di Desa Sungai Gedang, Kecamatan Singkut,” tambahnya.

Cek Endra berharap, Program P2DK di Sarolangun atau bisa saja dengan nama lain, bisa memajukan perekonomian masyarakat di Provinsi Jamb, “Saya harap dengan adanya program ini bisa memajukan perekonomian masyarakat di Provinsi Jambi.” Pungkas Cek Endra, Calon kuat Gubernur Jambi, dengan jargon Jambi Maju 2024. (*)

(Abah Agus)