KTP, KK, Dan Akta Kelahiran Aspal Beredar Di Kab. Sarolangun. Temuan Dukcapil

169

NETIZENEWS.CO.IS/SAROLANGUN-Salah satu hal penting dalam Undang Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan adalah diberlakukannya Nomor Induk Kependudukan (NIK). NIK yang terdiri atas 16 digit itu bersifat unik dan khas, tunggal, serta melekat pada seseorang (dan hanya pada orang itu) sepanjang masa. NIK akan dikenakan pada setiap orang ketika terdaftar sebagai penduduk Indonesia, dan NIK itu tidak dapat diubah sampai orang itu meninggal dunia.

Sesuai amanat Undang-undang  Adminduk, ketentuan pemberlakuan NIK tersebut dijalankan secara bertahap. Undang-undang Adminduk, NIK mulai diberlakukan secara nasional pada tahun 2011. Undang-undang  Adminduk tersebut mengatur tentang pengolahan informasi administrasi kependudukan, yang akan dikelola melalui sistem informasi administrasi kependudukan. Dengan sistem ini, database kependudukan akan selalu dimutakhirkan melalui layanan pendaftaran penduduk dan pencatatan sipil di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kecamatan dan Kelurahan.

Namun lain halnya dengan Pihak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Sarolangun menemukan ratusan Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), dan Akta Kelahiran asli tapi palsu (aspal-red)

Hal itu di ungkapkan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Sarolangun Helmi, SH, MH Saat di temui di ruang kerjanya. kamis (08/p3/2018)

Helmi mengatakan, benar informasi itu bahkan tidak sedikit kami menemukan KK  dan Akta palsu, tidak terdaftar, kata Helmi.

Dia menjelaskan, Penemuan itu bermula saat warga ingin mengurus administrasi di kantor tersebut, namun saat di cek di server tidak terdaftar,

”ketahuannya, saat warga ingin mengurus ADM kebutuhan mereka, pas di cek ternyata tidak terdaftar , kalau di sini tidak terdaftar secara otomatis di pusat juga demikian ” kata Helmi.

Kasus tersebut, saat ini kata Helmi, Sedang di dalami untuk dilakukan pembuktian siapa pelaku yang berani merusak nama baik negara dan merugikan masyarakat, tegas Helmi.

Helmi juga menghimbau, kepada seluruh masyarakat agar kedepannya lebih berhati -hati dalam mengurus KTP, KK.
Disarankan lebih baik urus sendiri jangan main titip titip calo, katanya
dan juga dia meminta kepada masyarakat khususnya kabupaten Sarolangun kalau mau menggurus KK/KTP datang ke kantor sendiri jangan ada main titip, imbuhnya kadis Dukcapil.

(M. Yunus)