KPK Nelisik Uang Ketok Palu Zumi Zola Kepada 53 Anggota DPRD 

86

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelisik aliran dana ketok palu dari Gubernur Jambi nonaktif Zumi Zola kepada 53 Anggota DPRD Jambi terkait pengesahan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2017 dan 2018.

Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi KPK Yuyuk Andriati menekankan, saat ini, penyidik masih mengumpulkan data, bukti, dan fakta persidangan yang muncul guna menelisik puluhan anggota dewan tersebut.

“Iya, untuk anggota DPRD Jambi penyidik masih akan melihat fakta-fakta persidangan,” ujar Yuyuk di Gedung KPK, Jakarta, Senin (10/9/2018).

Kendati begitu, Yuyuk masih belum berkomentar panjang lebar mengenai penelisikan hal tersebut. Pasalnya, penyidik masih membutuhkan waktu untuk mencermati segala fakta hukum. “Sampai hari ini belum ada peningkatan status, masih menunggu bukti-bukti serta fakta-fakta persidangan yang ada,” tutur dia.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum KPK mendakwa Zumi Zola selaku Gubernur Jambi, telah menyuap 53 Anggota DPRD Jambi bersama-sama Afif Firmansyah, Plt Sekretaris Daerah Pemprov Jambi Erwan Malik, Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Pemprov Jambi Arfan, dan Saipudin selaku Asisten 3 Sekda Pemprov Jambi.

Terdakwa Zumi dan kawan-kawan diduga menyuap ke-53 anggota DPRD Jambi periode 2014-2019 yakni sejumlah Rp13.090.000.000 dan Rp3.400.000.000 agar Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemprov Jambi tahun anggaran 2017 dan 2018 disetujui.

Ke-53 anggota dan pimpinan DPRD Jambi yang tercatat dalam surat dakwaan Zumi Zola selaku penerima suap Rp16,49 miliar itu di antaranya Cornelis Buston, Zoerman Manap, AR Syahbandar, Chumaidi Zaidi, dan Nasri Umar.

Kemudian, Zainal Abidin, Hasani Hamid, Nurhayati, Effendi Hatta, dan Rahimah. Selain itu, Suliyanti, Sufardi Nurzain, M Juber dan Popriyanto. Terdapat juga nama Tartinah, Ismet Kahar, Gusrizal, Mayloeddin dan Zainul Arfan, dan Elhelwi. Selain itu, Misran, Hilallatil Badri, Luhut Silaban, Melihairiya, Budiyako, M Khairil, Bustami Yahta, Yanti Maria Susanti dan Muhammadiyah.

Selanjutnya, Sofyan Ali, Tadjudin Hasan, Fahrurozi, Muntalia Sainuddin, Eka Marlina, Hasim Ayub, Agusrama dan Wiwit Iswara. Kemudian, Supriyono, Syopian, Mauli, Parlagutan Nasution, Hasan Ibrahim, Rudi Wijaya dan Arrahmat Eka Putra. Kemudian, Supriyanto, Nasrullah Hamka, Cekman, Jamaluddin, Muhammad Isroni, Edmon A Salam, dan Kusnidar. (qlh)

Sumber : okezone news