Klarifikasi Pihak Sekolah SMA N 7 Sarolangun

56

SAROLANGUN – Jum’at kemarin (13/09/2019) SMA Negeri 7 Kabupaten Sarolangun meng-klarifikasi mengenai informasi yang beredar di kalangan masyarakat luas maupun Sosial Media (Sosmed), klarifikasi ini bertujuan supaya informasi yang beredar tidak simpangsiur. Mengenai peristiwa yang terjadi di sekolah pada hari Rabu (04/09/2019) pada saat waktu pelaksanaan Sholat Zuhur.

Menurut M Mirza selaku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (Paibp), masalah yang bermula dari kedua siswa dan siswi kelas 10 saling ejek, sehingga timbul kontak fisik berupa dorongan yang di lakukan seorang siswa kepada seorang siswi, yang menyebab kan seorang siswi mengalami luka lebam di bagian wajah.

“Masalah yang terjadi pada siswa dan siswi ini telah di selesaikan oleh pihak sekolah, karena kejadian itu di sekolah dan jam sekolah, pada hari Kamis (05/09/2019) pihak sekolah memanggil kedua orang tua dari kedua siswa dan siswi untuk menyelesaikan masalah tersebut.

Pada hari itu juga masalah nya sudah selesai, kedua belah pihak telah saling memaafkan dan bertanggung jawab. Dan yang sakit diobati, dan siswa yang bertanggung jawab atas masalah di beri sanksi oleh sekolah.” Kata Ustadz Mirza.

Sementara itu kegiatan belajar dan mengajar masih tetap berjalan lancar, pihak sekolah juga menambahkan bahwa kejadian masalah tersebut murni kejadian antara siswa dan siswi yang terkait, tidak ada ikut serta atau pun campur tangan pihak sekolah maupun guru, dan pihak sekolah hanya menyelesaikan sebagai mana tugas nya.

(Regi Anggara)