Klarifikasi APD KAPUS Sarolangun Meninggal Lokasi dari Wartawan

704

SAROLANGUN – Hadapi New Normal di Kabupaten Sarolangun yang terus melakukan pembenahan, sangat disayangkan adanya fasilitas Alat Pengaman Diri (APD)  berupa alat pengujur suhu yang tidak tersedia dengan maksimal.

Sebelumnya Kepala Puskesmas Sarolangun Sri Santi Nora yang mengeluhkan dengan minimnya ketersediaan alat pengukur suhu (termogran) yang hanya tersedia satu, sementara kebutuhan alat pengukur suhu dibutuhkan banyak dalam masa menghadapi New Normal covid-19.

Pernyataan kepala Puskesmas Sri Santi Nora yang mengeluhkan ketersediaan alat pengukur suhu disaat sosialisasi hadapi New Normal, Selasa kemarin 16 Juni 2020.

” Iya kita sejauh ini punya satu alat pengukur suhu badan, beberapa kali kita ajukan belum di penuhi, ketersediaan layaknya kita ada Empat (4) alat, namun kita punya hanya satu alat pengukur suhu” Jelasnya di Aula kantor Camat Sarolangun.

Beredarnya berita pernyataan kepala Puskesmas Sri Santi Nora Sempat menimbulkan kekhawatiran atas pernyataanya, bahkan Dinas Kesehatan sempat khawatir beredarnya kekurangan APD sehingga kepala Puskesmas minta klarifikasi atas pernyataanya dan meminta untuk mengcounter pernyataanya sebelumnya.

Dalam klarifikasi sejumlah media yang ingin meminta klarifikasi dan mendatangi Puskesmas Sarolangun. Rabu (17/6/2020).

Sayangnya setibanya media di Puskesmas Sri Santi Nora malah tidak menerima dan tidak mau untuk klarifikasi, dirinya meminta hanya beberapa orang saja yang menemuinya, sehingga sejumlah Wartawan yang hadir tidak diperkenankan dan berakhir Sri Santi Nora tidak mau dan meninggalkan lokasi, sementara pemberitaan beredar tidak hanya empat media online saja.

” Saya cuma mau satu orang saja yang ngadap saya atau empat orang saja yang kemaren mewawancai saya, kalau tidak saya tidak mau untuk klarifikasi” jelas Kepala Puskesmas Sarolangun Sri Santi Nora.

Tindakan kepala Puskesmas Sarolangun Sri Santi Nora dinilai anti kritik dan anti terhadap pemberitaan Wartawan, pasalnya sebelum nya Kepala Puskesmas sendiri yang meminta untuk mengklarifikasi pernyataanya yang menyatakan alat pengukur suhu di wilayah Puskesmas Sarolangun hanya tersedia satu dan itu tidak memenuhi kebutuhan, terlebih saat ini kabupaten Sarolangun masih menghadapi Era New Normal.#.af.rn.