Ketua Panitia Imam Tantowi Diduga Sulap Dana Bintek Perangkat Desa

1076

SAROLANGUN-Ketua pelaksana kegiatan peningkatan kapasitas perangkat Desa se Kecamatan Pamenang Barat Kabupaten Merangin Imam Tantowi jabatan Sekdes Desa Pulau Tujuh diduga sulap dana anggaran kegiatan Bintek BPD dan perangkat Desa Derektorat Jendral Bina Pemerintahan Desa Balai pemerintahan Desa di Provinsi Lampung.

Dana untuk kegiatan tersebut bersumber dari APBDES Desa tahun anggaran 2021 Desa masing masing peserta Bintek berjumlah 84 orang terdiri dari 8 Desa dalam Kecamatan Pamenang Barat yakni:

1.Desa Pinang Merah
2.Desa Mampun Naru
3.Desa Pulau Tujuh
4.Desa Tanjung Lamin
5.Desa Simpang Limbur
6.Desa Limbur merangin
7.Desa Karang Anyar dan
8.Desa Papit

Adapun besaran Dana tersebut 5 Juta/orang x 84 orang=420 Juta.
Menurut keterangan dari Imam Tantowi Dana tersebut digunakan untuk: 3 Juta/orang di setor ke Balai pemerintahan. 1 Juta/orang digunakan biaya transportasi dan makan di jalan. 1 Juta/orang uang saku peserta.

Oleh karena tidak ada keterbukaan dari ketua panitia Imam Tantowi kepada peserta maka banyak peserta Bintek yang menduga Dana tersebut tidak sepenuhnya digunakan untuk kegiatan Bintek tentu panitia mendapat keuntungan diperkirakan 500 ribu/peserta x 84 orang=42 Juta diduga keuntungan pribadi ketua pelaksana.

Pada saat di konfirmasi oleh media ini kepada Imam Tantowi selaku ketua pelaksana kegiatan ia tidak bisa menunjukan rinciaan kegunaan Dana tersbut, ia mengatakan nanti baru kami buat rinciannya lalu kami serahkan kepada kepala Desa masing masing

Lanjutnya ia mengatakan silahkan buat beritanya tapi bapak konfirmasi juga kepada bapak Camat, ujarnya. Rabu 16 Juni 2021 /Arba’aa 5 Dzulqaidah 1442.

Pada saat Camat di konfirmasi oleh media ini Camat Pamenang (Daryanto.Sp) mengatakan”Saya tidak tahu rincian kegunaan Dana tersebut kalau mau di buat beritanya silakan.

LSM Intra Win Meminta kepada Pemerintah Kabupaten Merangin (Inspektorat) untuk mengusut panitia pelaksana Imam Tantowi yang di duga mendapat keuntungan pribadi dari keuangan yang bersumber dari keuangan Negara.

(Pak Jas)