Ketua DPRD Sarolangun Sebut Ada 10 Ribu KK Bantuan Dampak Covid 19

56

SAROLANGUN-Pemerintah Kabupaten Sarolangun saat ini sudah menyiapkan anggaran yang cukup besar yang jumlahnya mencapai Rp 150 Miliar untuk penanganan dampak ekonomi masyarakat dari pandemi Covid 19.

Dana tersebut bersumber dari sumbangan dari Pemerintah Kabupaten Sarolangun dengan DPRD Sarolangun yang mencapai Rp 18 Miliar serta dana dari pemotongan anggaran dari setiap Dinas sebesar 50 persen yang ditotalkan keseluruhan mencapai Rp 150 Miliar.

Hal ini disampaikan Ketua DPRD Sarolangun Tontawi Jauhari saat mendampingi Wabup H.Hillalatil Badri dalam kegiatan penyaluran bantuan beras di Kecamatan Pelawan dan Kecamatan Singkut, Senin (20/4/2020).

” Pemotongan anggaran setiap dinas tersebut sesuai dengan keputusan bersama Menteri Dalam Negeri dan Menteri Keuangan RI yang selanjutnya diteruskan ke Pemerintah Daerah untuk memotong 50 persen anggaran perjalanan Dinas untuk setiap Dinas,” ucap Tontawi Jauhari.

Ditambahkannya jika dana tersebut akan dibelanjakan untuk Belanja Tidak Tetap (BTT) dalam penanganan dampak dari Covid 19 ini.

Masih dikatakan Tontawi Jauhari terkait masalah penyaluran bantuan yang banyak dikeluhkan oleh masyarakat yang diduga tidak tepat sasaran, dirinya berharap masyarakat untuk tetap tenang.

” Kami sebagai Wakil rakyat berharap ada ketenangan dalam pembagian bantuan ini. Karena saat ini Pemkab Sarolangun akan menyasar sasaran baru sebanyak 10 Ribu KK diluar PKH, Bansos dan DD,” sebutnya.

Terakhir dirinya meminta untuk para Kades dalam mencari sasaran baru ini bisa mendata dan memfilter serta menghimbau dalam pembagian bantuan ini tidak ada lagi terkait masalah politik.

” Kita minta Kades memfilter, yang sudah dapat bantuan pusat jangan dibagi dan dalam pendataan tidak ada lagi politik,” pungkasnya. (SRF)