Kesbagpol Duduk Bersama Persiapan New Normal dengan FKUB Sarolangun 

220

SAROLANGUN-Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui Kesbangpol Kabupaten Sarolangun, duduk bersama dengan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), dalam rangka membahas dan meminta masukan dan saran serta mengajak untuk ikut serta mensosialisasikan persiapan penerapan New Normal terutama di tempat-tempat Ibadah bagi umat beragama yang ada di Sarolangun. Kamis (11/6/2020).

Kakan Kesbangpol Hudri mengatakan, melalui FKUB ini semoga bisa menjadi jembatan antar umat beragama dalam segala aspek kehidupan terutama dalam menghadapi Covid-19.

“Sebab New normal harus didukung seluruh komponen masyarakat, melalui FKUB ini semoga bisa memberi himbaun kepada masyarkat, Ini semua demi melindungi masyarakat kita agar tetap terlindungi dari Covid-19, saat menjalankan ibadah di tempat ibadah, dan bisa tetap beribadah dengan khusyuk, dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan,”kata Hudri.

Ia juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Sarolangun bersama FKUB siap menuju New Normal mengingat perkembangan pasien positif Covid-19 saat ini menunjukkan perkembangan yang bagus dan sudah banyak yang sembuh. “Saat ini menurut data dari Dinas Kesehatan sendiri masih masuk dalam kategori zona kuning jadi belum aman, mengingat masih ada beberapa pasien yang belum diketahui hasil test nya,” pungkasnya.

Sementra itu ketua FKUB Kabupaten Sarolangun KH. Rois Amin mengakui kerukunan antar umat beragama di Sarolangun berada dalam keadaan aman dan kondusif.

“Seperti yang kita lihat sejauh ini, selama Pandemi Covid 19 tidak ada gejolak antar umat beragama semuanya mematuhi himbauan pemerintah,”katanya.

Terkait dalam hal persiapan penerapan New Normal FKUB Sarolangun bersama dengan Pemerintah siap untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat dalam menjalankan peribadatan keagamaan yang mana akan di buka nya kembali tempat-tempat Ibadah untuk menjalankan Ibadah, diharapkan semua masyarakat bisa mematuhinya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan.

“Jangan sampai kita lengah menjelang New Normal, karena bisa jadi disaat inilah fase berbahaya itu akan terjadi, kepada warga diminta untuk tetap berhati-hati dan tetap mematuhi semua protokol kesehatan,”pungkasnya.

(Rayan)