Kerugian 1 Miliar, Diduga Oknum Pejabat Menguasai 19 Ruko Milik Pemkab Sarolangun

193


NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Sarolangun di perkirakan mengalami kerugian Pendapatan Asli Daerah (PAD) lebih kurang1 miliar rupiah semenjak lima tahun terakhir, pasalnya diduga kerugian tersebut akibat aset milik pemda di Komplek ruko Ceria Abadi terdapat 19 pintu dikuasai Oknum pejabat Pemda Sarolangun itu sendiri dan tidak mematuhi kewajibannya membayar sewa ruko kepada Pemkab Sarolangun.

Aset Pemda Sarolangun yang terletak di komplek Ceria Abadi Kelurahan Pasar Sarolangun, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun yang terdiri 19 unit ruko milik pemkab Sarolangun, aset tersebut sudah menjadi rahasia umum bahwa aset tersebut di duga dikuasai Oknum pejabat publik di Pemkab Sarolangun dan aset tersebut diduga di kontrakkan lagi pada pihak kedua, ketiga, dan seterusnya.

Sementara menurut Peraturan Daerah (Perda) Kab. Sarolangun No. 03 tahun 2010, tentang Retribusi Pasar Grosir atau pertokoan bagian ke empat Struktur dan besarnya tarif Retribusi, pasal. 13 ayat (2) Retribusi penerimaan Rumah Toko (Ruko) milik daerah ditetapkan dalam huruf (a) Ruko Komplek Abadi ditetapkan Rp. 20 juta/tahun.

Sampailah diterbitnya Perda No. 08 tahun 2016 tentang perubahan atas Peraturan daerah No.3 tahun 2010 tentang Retribusi Pasar Grosir atau Pertokoan dan dalam Perda No. 8 tahun 2016 pasal 13 ayat 2 Retribusi pemakaian Rumah Toko (Ruko) milik daerah Komplek Abadi tadinya biaya sewa ruko ditetapkan Rp. 20 juta/tahun dan dikurangi biaya sewa sebesar Rp. 15 juta/tahun, itupun banyak yang sampai saat ini tidak membayar sewa ruko pada Pemkab Sarolangun.

Menurut Kaban BPPRD melalui Kabid Pajak Dan Retribusi Muhamad Adhim diruang kerjanya, kamis (26/10/2017) mengatakan dalam mengupayakan mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan salah satunya agar sewa ruko Komplek Abadi yang selama ini yang menunggak selama lebih kurang lima tahun wajib diselesaikan.

Lanjutnya, menghadapi Persoalan tersebut kami akan berkoordinasi pada pihak yang terkait diantaranya kepada pihak Satpol PP dan kepada Kejaksaan Negeri Sarolangun melalui, Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) dengan bantuan dari pihak yang terkait agar kerugian PAD Kab. Sarolangun dapat diatasi menuju Sarolangun lebih sejahtera, tegasnya.

Selain dari pada itu Adhim juga untuk menambah pundi2 Pendapatan Asli Daerah (PAD), melaui 33 perusahaan yang ada di Kab. Sarolangun yang baru didata dan menghimbau, mengajak dan memberi tahukan kesadaran tentang kewajiban membayar Pajak dan Retribusi diantaranya Pajak Penerangan Jalan (PPJ) Non PLN, dan sudah banyak diantaranya perusahaan yang siap memenuhi kewajibannya, mudahan pada tahun 2018 PAD Kabupaten Sarolangun meningkat, ujarnya.

(Sopyan Abusro)