Kelanjutan Pembunuhan Di PT. BWP Meruap Sarolangun Terancam 15 Tahun Penjara

142

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN- Kapolres Sarolangun AKBP. Dadan Wira Laksan, S.Ik, M.AP, melakukan Pers Rilis pada awak media, senin (18/9/2017), Pelaku pembunuhan di PT. BWP Meruap inisial (HA) (28) tahun Warga Pulau Pinang Kel. Sarolangun Kembang Kecamatan Sarolangun Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi terancam pasal 338 KUHPidana tentang tindak Pidana Pembunuhan “Barangsiapa dengan sengaja merampas nyawa orang lain, diancam karena pembunuhan dengan pidana penjara paling lama lima belas (15) tahun”. Dan saat itu kejadian senin 31 Juli 2017, jam. 00.10 WIB, Tempat Kejadian Perkara (TKP) Area Blok M 38 PT. BWP Meruap, Kel. Sarkam, Kec. Sarolangun Kab. Sarolangun.

Korban inisial (HLT) (43) tahun, Warga Kelurahan Tekadang Makmur, Kecamatan Medan Kota Provinsi Jambi, menurut Pers Rilis Laporan Polisi No. LP/A-65/VII/2017/JBI/SRL. 08 Agustus 2017 tentang tidak Pidana Pembunuhan dengan modus Oprandi, tersangka merasa sakit hati karena hutang yg dijanjikan korban belum dikembalikan, sehingga barang2 di rumah

milik tersangka disita oleh orang yg meminjamkan uang kepada tersangka tersebut, setiap kali tersangka menagih hutang namun korban selalu mengatakan tidak ada, padahal uang pembayaran dari bisnis kayu lancar, karena hal tersebut tersangka merasa emosi terhadap korban.

Adapun Kronologis kejadian, minggu 30 Juli 2017 jam. 17.00 WIB diduga pelaku inisial (HA) bersama dengan korban yg diketahui atas nama (T) dan empat rekan lainnya yaitu, Aziz, Hasbi, Patah, dan Randu pergi untuk memuat kayu Chip di area perkebunan Kel. Sarkam melalui jalan PT. BWP Meruap.

Setelah selesai memuat kayu jam. 00.00 WIB enam orang tersebut kemudian kembali menuju daerah Pulau Pinang dan pada saat melewati area M. 38 PT. BWP Meruap pelaku memberhentikan truk Colt diesel yang ditumpangi korban, selanjutnya diduga pelaku mendatangi pintu truk sebelah kiri yang dibuka oleh korban, kemudian korban berkata kepada pelaku, “Ngapo Pak Jo?” setelah itu pelaku mengatakan “Kau ni dibagi hati nak Jantung” kemudian pelaku langsung melakukan pembacokan kepada korban sebanyak dua kali dibagian rusuk.

Setelah itu korban tidak sadarkan diri kemudian pelaku kembali menarik korban hingga jatuh ketanah lantas pelaku kembali melancarkan aksinya membacok berulang kali secara membabi buta ( lebih dari 5 kali) hingga korban tidak bernyawa lagi. Selanjutnya mayat korban diangkat pelaku ke pinggir jalan (disemak-semak) sekitar area M. 38 PT. BWP Meruap, sementara saksi kejadian Hasbi, Fatah, Aziz dan Randu bergegas meninggalkan TKP setelah melihat kejadian tersebut.

Dan selasa 8 Agustus 2017 jam. 12.00 WIB Sat reskrim Polres Sarolangun mendapatkan informasi bahwa ditemukan mayat di area M. 38 PT. BWP Meruap, selanjutnya personil sat reskrim bersama personil Polsek Kota Sarolangun melakukan cek TKP di duga mayat tersebut merupakan korban pembunuhan.

Dari hasil Penyidikan tim Opsnal sementara jenazah diketahui atas nama (HLB) dan diduga tersangka (HA), selanjutnya tim Opsnal melanjutkan Penyidikan terkait keberadaan pelaku, hasil penyidikan tim opsnal, sabtu 12 Agustus 2017 berhasil mengamankan pelaku di Desa Sepintun Kec. Pauh dan selanjutnya diamankan di Mapolres Sarolangun untuk dilakukan pengembangan.

Adapun barang bukti yang telah diamankan berupa, satu helai baju kaos tanpa lengan bertuliskan GO warna hijau, satu pasang sepatu boat warna hitam, satu untai kalung warna perak (silver), satu helai celana tanggung, satu helai celana dalam warna hijau, satu helai kaos kaki warna loreng, satu unit SPM Honda Vario Techno warna hitam tanpa Nopol, satu helai celana pendek warna sudah memudar merk Cardinal, satu helai baju kaos warna merah hati merk Hugo Boss, dan satu unit mobil truk colt diesel warna kuning dg bak terbuka dari besi warna kuning BH 8046 SI.

(Sopyan Abusro)