Kebun Sawit di Lahan Tidur Dari Dana P2DK Sudah Menunjukkan Hasil

596
Drs. H. Cek Endra – Bupati Sarolangun

SAROLANGUN – Program P2DK (Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan) yang merupakan program ekonomi kerakyatan unggulan Bupati Sarolangun Drs. H. Cek Endra sudah menunjukkan hasil.

Pemanfaatan dana P2DK pada umumnya dikelola pada bidang perkebunan, peternakan dan kini sudah nyata manfaatnya bagi masyarakat Kabupaten Sarolangun Provinsi Jambi.

Pada bidang perkebunan kelapa sawit, beberapa desa mengelola dana P2DK dengan memanfaatkan lahan tidur yang merupakan Tanah Kas Desa (TKD), hampir di setiap kecamatan dan sudah mulai menghasilkan.

Seperti yang sering diberitakan media ini, tujuan utama digelontorkannya program P2DK adalah untuk membela rakyat dalam peningkatan ekonomi masyarakat desa dan kelurahan.

“Alhamdulillah program P2DK sudah menunjukkan hasil, sudah dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, memang itu tujuan kita,” kata Bupati Cek Endra, Rabu 8 September 2021.

Bupati Cek Endra mengucapkan terimakasih kepada masyarakat yang telah memanfaatkan program P2DK dengan baik, yang sekarang sudah beberapa desa menunjukkan keberhasilannya, Bupati juga mendoakan semoga program ini bermanfaat bagi peningkatan ekonomi masyarakat.

“Terimakasih kepada masyarakat yang telah memamfaatkan P2DK dengan baik, semoga bermamfaat untuk peningkatan ekonomi masyarakat,” ucap Bupati Cek Endra.

Dari penelusuran media ini, beberapa desa yang mengelola lahan tidur yang merupakan TKD atau Tanah Bathin, diantaranya di Kecamatan Bathin VIII yaitu Desa Dusun Dalam, Desa Pulau Lintang dan Desa Penarun.

Sedangkan di Kecamatan Sarolangun adalah Desa Ujung Tanjung, Desa Panti, Desa Tinting dan Desa Sungai Baung. Begitu pun di Kecamatan Singkut, diantaranya Desa Sungai Gedang.

Di Desa Dusun Dalam Kecamatan Bathin VIII sudah menikmati hasil sawit dari pemanfaatan dana P2DK dengan jumlah lahan 5 hektar, sekarang sudah mulai berbuah dan menghasilkan.

Kebun kelapa sawit ini ditanam di lahan Tanah Kas Desa (TKD),
pada tahun 2016 dan tahun 2017 di 2 lokasi.

Dengan keberhasilan kebun sawit dari dana P2DK tersebut, Dana P2DK 2021 juga akan dimanfaatkan untuk penanaman kelapa sawit di tanah TKD (Tanah Bathin) seluas 2,5 Hektar sesuai hasil rapat warga desa pada awal Agustus yang lalu.

Dari keterangan Kepala Desa (Kades) Dusun Dalam, Nahru, tahun 2018 dan 2019 dana P2DK dimanfaatkan untuk ternak ikan kerambah kolam tanah. Alhamdulillah hasilnya bagus, sedangkan tahun 2020 dimanfaatkan untuk ketahanan pangan.

Kades Nahru menyebut, ada sisi lain dari pengelolaan dana P2DK ini, yaitu dapat meningkatkan semangat berusaha bagi masyarakat desa.

“Manfaat lain dari dana P2DK juga dapat mendidik masyarakat untuk semangat berusaha, alhamdulillah pola pikir masyarakat sudah bisa lebih maju” kata Kades Nahru.

Begitu juga Desa Penarun, setelah tahun lalu memanfaatkan dana P2DK untuk penanaman kelapa sawit di lahan TKD, tahun ini dana tersebut digunakan untuk penyediaan bibit kelapa sawit dalam bentuk kecambah, dan membagikan kepada warga desa yang membutuhkan.

“Dana P2DK tahun ini kami gunakan untuk membeli kecambah sawit dan dibagikan kepada warga, ini hasil rapat dengan BPD dan tokoh masyarakat,” kata H. Zikri Kades Penarun.

Sedangkan di Desa Pulau Lintang Kecamatan Bathin VIII, Mustapa, Kades Pulau Lintang terpilih pada Pilkades serentak bulan Juli 2021 mengatakan akan menggunakan dana P2DK tahun ini untuk merawat dan memupuk kebun sawit di lahan TKD seluas 7 hektar yang ditanam semasa Kades terdahulu, sekarang sudah berbuah.

“Dana P2DK Desa Pulau Lintang tahun ini kita manfaatkan untuk biaya pemeliharaan dan pemupukan tanaman sawit seluas sekitar tujuh hektar yang ditanam semasa Kades yang lama,” kata Kades Mustapa.

Hal yang sama juga diungkapkan Kades Ujung Tanjung Kecamatan Sarolangun, Paisol, Amd. Ia mengatakan di desa yang dipimpinnya juga mengelola dana P2DK untuk perkebunan sawit di lahan TKD seluas sekitar 5 hektar dan kini sudah mulai berbuah.

“Desa Ujung Tanjung juga mengelola dana P2DK untuk perkebunan kelapa sawit di lahan TKD seluas lebih kurang lima hektar, sekarang mulai buah pasir dan sudah menunjukkan hasil,” ungkap Paisol seraya menyebut dana P2DK tahun ini digunakan untuk perawatan dan pemupukan kebun sawit.

Begitu pun di Desa Sungai Gedang Kecamatan Singkut, dari keterangan Kades Agus Kuswanto, kebun sawit dari dana P2DK dua tahun lalu yang ditanam di lahan TKD seluas 4,5 hektar sudah mulai berbuah dan tahun ini dengan sumber dana yang sama akan digunakannya untuk perawatan sawit dan biaya pemupukan.

“Kebun sawit dari dana P2DK tahun lalu sudah berbuah dan tahun ini dana ini akan kami gunakan untuk perawatan sawit dan biaya pemupukan,” kata Agus Kuswanto.

Seperti diketahui, sejak awal pelaksanaan program unggulan Bupati Cek Endra ini digelontorkan dengan jumlah dana Rp. 200 Juta per desa/kelurahan di 158 desa/kelurahan se Kabupaten Sarolangun dan berjalan hingga 7 tahun, pada tahun ke 8 ini, mengingat masa Pandemi, tahun 2021 dicairkan 100 juta per desa/kelurahan. Satu tujuan program ini yaitu untuk membela rakyat dengan upaya peningkatan ekonomi masyarakat yang berdaya saing menuju masyarakat sejahtera. (AF)