Katim II Krimum Sarolangun Dipertanya Pencabul Anak Tidak Ditangkap

495

SAROLANGUN- Keluarga korban menyambangi Katim II Krimum Polres Sarolangun didampingi Dinas Sosial dan Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sarolangun mempertanyakan kelanjutan atas pengaduan orang tua korban BH pada hari Jum’at 26 Februari 2021 sekira pukul 21.30 WIB. Sehubungan dengan tindak pidana “Persetubuhan terhadap anak dibawah umur”.

Laporan Kronologis kejadian tindak pidana tersebut adalah pada hari Jum’at 26 Februari 2021 sekira pukul 21.30 WIB, pada saat pelapor bersama dengan Istri pelapor serta AS berada dirumah pelapor yang berada di Kelurahan Aur Gading, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, karena kami ada mendengar berita yang mengatakan bahwa inisial A (56) Tahun ada bercerita kepada warga di sekitar Pondok Pesantren Al Hidayah bahwa dirinya akan menikahi anak tiri pelapor dengan inisial M (15) Tahun,

Selanjutnya Istri pelapor menanyakan perihal kebenaran berita tersebut kepada korban M, dan pada saat ditanya M menjawab bahwa dirinya tidak benar ingin menikah dengan A dan M juga mengatakan bahwa dirinya ada dipaksa oleh M untuk melakukan hubungan Bada* sebanyak 2 (dua) kali yang terjadi lebih kurang 5 Bulan lalu bertempat di tempat tinggal saya sebelumnya yang berada di Kel. Aur Gading, pada saat Istri pelapor di rawat RSUD. Prof. Dr. H. Chatib Quzwain Kabupaten Sarolangun.

Menurut pelapor BH persolan tersebut sudah kami laporkan kepada Katim II Krimum Polres Sarolangun tertanggal 27 Februari 2021 beberapa bulan yang lalu, namun pengaduan tersebut sudah beberapa bulan sepertinya belum ada juga kelanjutannya, pelaku sampai saat ini belum juga ditangkap, katanya.

Dinas Sosial bersama Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Sarolangun mendampingi keluarga korban Pencab*lan Anak dibawah umur M (15) Tahun Warga Kelurahan Aur Gading, dan disertai menghantar saksi ke Katim II Krimum Polres Sarolangun.

Saat di konfirmasi Katim II Krimum Polres Sarolangun Brigadir Polisi Kepala Randy. S mengatakan pelaku pada hari Selasa 20 April 2021 mendatang akan kami tangkap atau akan dijemput paksa, ujarnya. Jum’at 16 April 2021 / Jumu’ah 4 Ramadhan 1442.(*)