Kasus Meninggal Iskandar Karyawan PT. KDA Langling Dicurigai

1885

MERANGIN-Kematian Iskandar (38) Karyawan Pabrik PT. KDA Langling seperti nya ditutup-tutupi pihak  perusahaan sudah memasuki lebih kurang 3 pekan. Meninggalnya Iskandar diduga akibat kelalain atasan. Sungguh tragis kematian Iskandar salah seorang laki-laki karyawan Pabrik PT KDA yang beralamat di Perumahan Pabrik Desa Langling, Kecamatan Bangko, Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi.

Betapa tidak, beberapa hari yang lalu terdengar tewasnya salah seorang karyawan bagian listrik, ketika memperbaiki Alarm Pabrik dalam keadaan tidak hidup. Kronologis kejadian menurut sumber yang enggan di sebut jati dirinya, Shif malam ketika proses pengolahan buah sawit melaporkan melalui buku Job Order, yang ditulis oleh karyawan bagian enggine room atau kamar mesin bahwa Alarm Pabrik kondisi rusak dan tidak hidup bang.

“Namun pada pagi hari nya Almarhum Iskandar langsung melihat Job Order dan langsung naik ke arah posisi Alarm dengan ketinggian lebih kurang 16 meter di atas atap Pabrik. Begitu mau bawa Alaram turun dari atas korban terinjak seng plastik transparan warna putih langsung jatuh. Tidak ada yang tahu awal nya, karena posisi Pabrik masih oprasi suara bising bang. Betapa terkejut nya melihat korban sudah tidak bernyawa dan langsung kami lapor atasan,” ujar sumber.

Ketika Jambipos datang Ke PT KDA sampai di Pos lalu mengisi buku tamu di Pos Satpam, lalu bawak masuk kantor melaporkan ada Jambipos mau jumpai Manager Masir.

Lama Jambipos menunggu baru Satpam nya keluar. Lalu bilang manager Pabrik ber inisial NS tidak ada, katanya juga tidak ada seolah takut diwawancarai oleh Jambipos, melalui WA juga tidak di jawab . Dihubungi melalui HP nya, dia jawab temui Nurdin. Setelah Nurdin dihubunggi ditanya, dia jawab dirinya kurang jelas juga.

“Lebih baik temui orang-orang itu,” kata Nurdin singkat. Kuat dugaan untuk munutupi tewas nya korban
kerena diduga tidak pakai Standar Keamanan dan Keselamatan Kerja (K3) seperti memakai tali dan sabuk pengaman layak nya standar orang bekerja di ketinggian. Apalagi diperkirakan lebih dari sepuluh meter dari permukaan Bumi.

Akan kah terungkap sebab jatuh nya korban akibat kelalain pihak atasan. Kurangnya pengawasan LSM LP2TRi meminta kepada pihak hukum yang terkait agar diproses secara hukum soal kelalaian keselamatan kerja tersebut.

Kapolres Merangin di konfirmasi melalai Kasatreskrim membenarkan kejadian tersebut, sekarang masih dalam Lidik, katanya. Selasa (24/11/2020).

(Yah)