Kapolres Sarolangun, Cegah Aksi Susulan Pertikaian SAD dengan Warga Bukit Tigo Singkut

53


NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana SIK M.AP bersama Camat Singkut H Diro Ependi SPd , Danramil Limun beserta unsur Tripika Kecamatan Singkut, Anggota DPRD Kabupaten Sarolangun Tontawi Jauhari SE, Kades Bukit Tigo dan Lembaga Adat Kecamatan Singkut, berhasil mencegah terjadinya aksi susulan balasan penyerangan oleh beberapa orang warga SAD terhadap pelaku pengeroyokan temannya.

Berkat kesigapan aparat penegak hukum aksi yang tidak diinginkan berhasil didamaikan, seperti diketahui saat terjadinya aksi pemukulan terhadap dua warga Suku Anak Dalam ( SAD) berinisial B dan G oleh orang tak dikenal.

Kapolres menggelar mediasi perdamaian kedua belah pihak yang bertikai berlangsung di Mapolsek Pelawan Singkut, rabu (4/10/2017) dan didampingi Kabag Ops Kompol Agus Saleh , Kasat Shabara , Kapolsek Pelawan Singkut

Bermula keduanya saat itu sedang menghadiri pesta pernikahan salah satu warga SAD, merasa kehilangan dompet dan berusaha untuk mencari bersama rekannya.

Namun entah apa yang dilakukan B pada saat menanyakan dompet yang hilang kepada warga Bukit Tigo, akibat pertanya tersebut terjadi salah paham namun keributan tidak dapat dihindarkan hingga terjadi keributan, perkelahian terjadi selasa 3 Oktober 2017 dini hari sekitar pukul 01.30 WIB.

Agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, Kapolres Sarolangun AKBP Dadan Wira Laksana SIK M.AP memimpin langsung mediasi, dan menghimbau kepada masyarakat agar dapat menyikapi setiap permasalahan dengan kepala dingin, jangan cepat naik pitam terlebih sampai melakukan pemukulan atau main hakim sendiri, ingat apabila kejadian tersebut kembali terjadi akan saya proses secara hukum, tegasnya.

Kapolres juga menegaskan acara hiburan pada malam hari seperti Orgen tunggal diacara pesta perkawinanan hanya diboleh sampai pukul 18,00 Wib saja, sesuai dengan Peraturan daerah (Perda), tidak dibolehkan lewat dari jam yang sudah ditentukan, apabila hal tersebut terjadi demi ketertiban dan kenyamanan kami akan menindakinya.

Dadan juga berpesan kepada kedua belah pihak yang bertikai, pentingnya saling harga menghargai antar sesama ” Kita masuk kekampung orang tentu hargai adat istiadat setempat, begitu juga sebaliknya sehingga tidak ada salah pengertian ” terangnya.

Anggota DPRD Kabupaten Sarolangun Tontawi Jauhari SE, sangat mendukung arahan Kapolres, menurutnya bila ada keributan atau perkelahian kembali agar dilakukan tindakan tegas, dan diproses secara hukum sampai kemeja hijau, mudahan kejadian tersebut tidak terulang lagi, kejadian yang telah terjadi hendaknya menjadi suatu pembelajaran bagi kita semua, imbuhnya.

Sementara, Ketua Lembaga Adat Kecamatan Singkut Nazarudin, menyampaikan apresiasi setinggi tingginya pada Kapolres beserta jajarannya, termasuk semua pihak yang hadir mendamaikan kedua belah pihak yang bersetegang, kami semua sangat berterimakasih pada Kapolres dapat menyelesaikan permasalahan yang terjadi, tuturnya.

Nazarudin meminta kepada warga SAD jika ingin masuk kewilayah Desa Bukit Tigo dipersilahkan begitu juga sebaliknya, yang jelas kita semua sudah sepakat berdamai, jangan lagi ada rasa permusuhan diantara kita, pungkasnya.

(Rul/Sopyan Abusro)