Kapolres Gelar Pasukan di Terminal Bus

33


NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kabupaten Sarolangun, AKBP Dadan Wira Laksana, S.IK, M.AP sore tadi, Jumat (10/11/2017) memimpin langsung Apel gelar pasukan Giat tersebut  mengambil  tempat di Terminal Bus Sri Bulan Sarolangun, hal itu dilaksanakan  dalam rangka operasi kewilayahan Pekat Siginjai II tahun 2017.

“Sengaja  Apel gelar pasukan ini digelar di Terminal Bus .Tujuannya agar masyarakat mengetahui Kepolisian sedang melaksanakan Operasi Pekat atau penyakit masyarakat” kata Kapolres diterangkan kembali oleh Kapolres , apel gelar pasukan ini dilaksanakan secara serentak se-Provinsi Jambi.

Kapolres dalam sambutannya mengatakan, apel gelar pasukan yang dilakukan ini merupakan salah satu tahapan awal menajerial dalam rangka melakukan pengecekan terhadap kesiapan sebelum pelaksanaan operasi” baik pada aspek personil, material, sarana prasarana serta kelengkapan pendukung lainya dalam pelaksanaan operasi kepolisian” tegasnya.

Masih kata Kapolres  Operasi Kepolisian kewilayahan pekat Siginjai II tahun 2017 akan dilaksanakan selama 20 hari yang dimulai pada tanggal 10 hingga 30 November 2017, dengan mengedepankan kegiatan represif disertai prepentif.

Tujuan dilaksanakan operasi ini, untuk menciptakan situasi dan kondisi kamtibmas yang aman, tertib dan kondusif diwilayah Kabupaten Sarolangun, menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru tahun 2018.

Atas nama Kapolres Sarolangun, dirinya selaku penangung jawab kebijakan operasi ini dengan tegas memerintahkan Kabag Ops selaku Karendalops dan semua perangkat.
Agar melaksanakan operasi ini secara serius dan penuh rasa tanggung jawab” Dengan mempedomani segala aturan yang berlaku agar tidak terjadi kesalahan teknis maupun taktis di lapangan”ungkapnya

Diakhir penyampaiannya perwira yang menyandang dua melati dipundaknya, kembali mengingatkan, bahwa yang perlu diperhatikan, operasi kepolisian ini didukung dengan anggaran negara, sehingga wajib dipertanggung jawabkan secara benar dan jangan terjadi duplikasi maupun kekeliruan yang dapat merugikan keuangan negara.

Kita semua sadari bahwa, peredaran miras, penyalahgunaan narkoba, perjudian, prostitusi maupun premanisme merupakan suatu bentuk penyakit masyarakat yang telah berlangsung cukup lama
Untuk itu agar pelaksanaan operasi kepolisian ini mencapai hasil yang lebih optimal.

“Tetap berpedoman Perkap Nomor 09 Tahun 2011 tentang manajemen operasi kepolisian, agar pelaksanaan operasi pekat sesuai aturan, laksanakan tindakan secara tegas, benar-benar berpedoman UU yang berlaku, menfaatkan operasi sebai-baiknya yang berdampak pada masyarakat, tingkatkan kerjasama dengan semua komponen,” pungkasnya.

(Rul)