Kab. Sarolangun Bakal Swasembada Pangan. Wabub Panen Raya Padi Sawah 70 H Di Lubuk Sayak

89

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN-Bupati Kabupaten Sarolangun H. Cek Endra melalui Wakil Bupati H. Hilallatil Badri di dampingi Kepala dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Ir. Joko Susilo melaksanakan panen raya Padi Sawah 70 H di Desa Lubuk Sayak Kecamatan Pelawan. Kabupaten Sarolangun, kamis (25/01/2018).

Panen Raya Padi Sawah jenis Chiherang seluas 70 H di Desa Lubuk Sayak yang terdiri dari 17 kelompok tani dan 1 kelompok taninya terbagi 20 orang anggota.

Keberhasil panen raya padi sawah tidak terlepas dari peran Pemerintah Kabupaten Sarolangun melalui dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan dengan berbagai macam bantuan pagi kelompok tani diantaranya, bantuan bibit, pupuk, peralatan sawah dan yang lainnya.

Panen raya tersebut dihadiri Wakil Ketua PKK Kab. Sarolangun Hj. Lili Suryani Hilal beserta anggota, stap ahli bidang ekonomi H. Sakwan, Kadis Tata Ruang Perumahan dan Permukiman Arief Ampera, Kadis DPMD Zaidan, Kabid Ekonomi BAPPEDA Hajra, Camat Pelawan, kepala Desa Lubuk Sayak, Kapolres Sarolangun diwakili Kasat Shabhara AKP Ruslan.AG beserta anggota, Dandim Sarko diwakili Lettu Kartam beserta anggota, dan kelompok tani Sungai Tolang.

Wakil Bupati H. Hilallatil Badri menyambut gembira dengan panen raya padi sawah di Desa Lubuk Sayak. Karena tanaman padi adalah merupakan skala prioritas baik tingkat nasional maupun ditingkat Kabupaten, khususnya Kabupaten Sarolangun.

Jika dilihat dari potensi lahan sawah Kab. Sarolangun yang tersedia seluas 9986 H, dan yang sudah di kelolah baru mencapai 5728 H, berarti masih tersisa 4264 yang masih belum dikelola oleh masyarakat.

Hilal berharap agar para petani mengoptimalkan penggunaan lahan pertanian dan hindari alih pungsi untuk lahan sektor lain, apa lagi alih lahan menjadi Penambang Emas Tanpa Izin (PETI) yang dapat menimbulkan kerusakan lahan.

Wabub berkeyakian jika mengoptimal produksipitas disektor pertanian maka tidak tertutup kemungkinan kita menjadi daerah swasembada pangan di Kabupaten Sarolangun, tentunya menjadi nilai tambah pendapatan bagi petani dan pada akhirnya dapat mengangkat pendapatan petani, kata Wakil Bupati.

Ditambah Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Ir. Joko Susilo, apabila kita bisa mencapai 9000 hektar tanam padi maka Kabupaten Sarolangun akan menjadi swasembada pangan, dan tentunya kita harus memiliki hak cipta sendiri dengan kemasan yang terdaftar di Menkumham, agar produk kita tidak dapat di Plagiat bagi orang lain, katanya.
(Sopyan Abusro)