Jalan Nasional di Tengah Kota Sarolangun Rusak Parah

229

SAROLANGUN – Sebuah kondisi tidak layak dan keadaan tidak nyaman, jalan itu rusak parah. Mungkin itu diantara penilaian banyak pengendara saat melalui ruas Jalan Lintas Sumatera-Sarolangun, tepatnya di simpang Empat Lampu Merah Kota Sarolangun.

Bukan tidak menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sarolangun, tapi ini adalah jalan Nasional, pembangunan dan perawatannya adalah wewenang Pemerintah Pusat.

Pantauan media ini, dalam tahun ini ruas jalan tersebut sudah beberapa kali difacing (rehab), mungkin kebanyakan warga Sarolangun tidak tahu kontraktor mana yang mengerjakannya, termasuk wartawan media ini, karena susah terlihat papan merek proyek pengerjaannya, kabarnya kontraktor besar dari Jambi.

Sudah berbulan-bulan, mungkin untuk memberi tahu pengguna jalan, di tengah jalan rusak itu terpajang bendera kuning di atas potongan drum bekas, saat ditulisnya berita ini, bendera kuning itu terlihat sudah patah, mungkin karena sering digeser atau tertabrak kendaraan yang melintas.

Diduga, perawatan jalan ini hanya dengan tambal sulam, dengan matrial di bawah standar, terbukti kurang tahan memikul tonase truk batu bara hingga kisaran 45 ton.

Pada saat lalu-lintas padat, sesekali terpantau para warga yang sedang melintas kesulitan dan tidak nyaman untuk berhenti saat Lampu Merah menyala.

Kondisi saat ini, 2 Desember 2020, aspal di badan jalan tersebut berbukit-bukit seperti gundukan tanah kuburan sepanjang kisaran 15 meter, di tengah jalan. Bila sekali pandang bisa membuat perhatian miris…?

Keadaan jalan rusak dan berlobang di beberapa titik kota Sarolangun ini, ternyata sudah lama dilaporkan Pemkab Sarolangun ke Balai Besar Jalan Nasional, karena jalan ini adalah jalan Nasional dan menjadi wewenang Pemerintah Pusat.

“Itu jalan Nasional, wewenang Pemerintah Pusat untuk memperbaikinya,” kata Sekda Sarolangun Ir. Endang Abdul Naser, yang juga Plt. Kepala Dinas PUPR
Sarolangun, Selasa 1 Desember 2020.

Endang Naser menyebut Pemkab Sarolangun sudah lama melaporkan dan meminta perbaikan melalui Balai Besar Jalan Nasional-Jambi, sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Pusat di Provinsi Jambi.

“Sudah kita minta kepada
Balai Besar Jalan Nasional Provinsi Jambi untuk segera diperbaiki, beberapa titik sudah diperbaiki seperti di depan BWP Pelayang IIlir,” terang Endang Naser.

Kondisi badan jalan yang rusak ini tentu membutuhkan perhatian yang fokus dan mata yang awas, karena akan dapat mengancam jiwa siapa saja yang melintas. Sebagai warga, tentu saja hanya bisa menunggi dan selalu berharap agar dapat nyaman dalam berlalu-lintas di jalan raya, dengan infrastruktur jalan yang baik, seperti yang digaungkan. (*)