Isu Reshufle Tak Ngaruh Kinerja Dukcapil Sarolangun

54

NETIZENEWS.CO.ID/SAROLANGUN- Meski isu pergantian pejabat eslon di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Sarolangun kian santer dan hangat, namun sepertinya hal tersebut tidak berpengaruh terhadap kinerja pegawai di Dinas Kependudukan Dan Catatan Sipil (Dukcapil)  Sarolangun.  Hal ini terbukti dari pelayanan masyarakat terus bergulir seperti biasanya.

Bahkan,  dari pantau lapangan, rabu (10/01/2018), Dinas Dukcapil Sarolangun,  malah intensif jemput bola turun ke desa dan kelurahan melakukan perekaman E-KTP.

Termasuk dalam seminggu ini,  pihak Dukcapil Sarolangun turun ke Kelurahan Aur Gading,  melalukan perekaman E-KTP bagi masyarakat yang belum terdata atau masuk usia 17 tahun.   “Urusan reshufle pejabat eslon bukan tugas kami,  itu wewenang pimpinan dan kepala daerah,  kerjo kami ya ginilah memberikan pelayanan terbaik buat masyarakat,” ujar Rita Kartika Sari Dewi,  salah satu kepala Seksi di Dinas Dukcapil Sarolangun.

Menurut Rita,  target penuntasan perekaman E-KTP lebih penting dari pada terpengaruh isu pergantiam jabatan eslon.  “Kami ini ASN,  digaji negara untuk kerja,  bukan mikir yang lain,”ujarnya lagi.

Terkait ini,  Kepala Dinas Dukcapil Sarolangun,  Helmi,  mengatakan, memang dirinya memerintahkan staf-stafnya untuk kian gencar turun ke lapangan agar penuntasan perekaman E-KTP segera tercapai.  “Staf gak usah mikir reshufle,  lebih baik bekerja sebaik mungkin melayani masyarakat,” ujarnya.

Dikatakan Helmi,  dirinya memang menbutuhkan staf-staf yang tangguh dan memiliki etos kerja yang tingi, guna perekaman E-KTP Kabupaten Sarolangun secepatnya rampung. “Jika staf bekerja dengan baik dan maksimal,  tentunya pimpinan pasti punya penilaian tersendiri, “sebutnya, terdengar sebagai kalimat yang bersayap.

Kembali kemasalah perekaman E-KTP,  Helmi,  menambahkan,  memang saat ini kalau mengandalkan pelayanan di kantor saja,  maka sulit target perampungan perekaman E-KTP secepatnya bisa tercapai.  “Makanya selain pelayanan di kantor terus jalan, kami juga bakal terus turun ke desa-desa jemput bola,  sebab tidak semua masyarakat mau datang ke kantor dukcapil untuk merekam,  belum lagi bisa jadi ada kertebasan biaya dan waktu bagi sebagian masyarakat untuk ke kantor kabupaten,  itu yang kita carikan solusi, “tegasnya.

Penulis : Uis
Editor   : Sopyan Abusro